logo pesantren terbaru pisan

Pentingnya Istirahat Dalam Islam (2)

Tuntunan Beribadah dalam Tidur

Oleh : Ust. Achmad Fahrisi, S.Pd.

05 Desember 2023

Doa sebelum tidur dalam Islam adalah praktik yang dianjurkan dan mengandung makna mendalam. Beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW mencakup perlindungan dari gangguan setan, permohonan ampunan, dan pengakuan ketergantungan pada Allah. Berikut adalah beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum tidur

  1. Doa Ayat Kursi (Al-Baqarah 2:255)

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”   

Bacaan Ayat Kursi sebelum tidur adalah langkah untuk memohon perlindungan Allah terhadap gangguan setan dan kejahatan. Ayat Kursi adalah salah satu ayat Al-Qur’an yang penuh keagungan dan kekuasaan Allah.

  1. Doa Terakhir Surah Al-Baqarah (2:284-286)

لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

 لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ  

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah sebelum tidur juga dianjurkan. Doa ini mengandung permohonan ampunan, perlindungan, dan rahmat Allah, serta pengakuan akan kelemahan manusia.

  1. Doa Perlindungan dari Gangguan Setan dan Mimpi Buruk

   Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan yang melibatkan membaca tiga surah, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, sebelum tidur. Ini sebagai tindakan pengusiran terhadap setan dan perlindungan dari gangguan tidur yang tidak diinginkan.

  1. Doa Keselamatan dari Api Neraka

   Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan dari api neraka sebelum tidur. Doa ini mencerminkan kesadaran akan akhirat dan kebutuhan akan keselamatan dari siksaan neraka.

  1. Permohonan Kesejahteraan untuk Keluarga

   Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk menyertakan keluarga dalam doa sebelum tidur, memohon perlindungan dan kesejahteraan untuk anggota keluarga.

Penjelasan ini mencerminkan pentingnya menyudahi hari dengan tindakan yang baik, yakni membaca doa-doa ini sebelum tidur. Dalam konteks spiritual, doa-doa ini membantu melindungi jiwa dan pikiran dari gangguan setan, serta membawa ketenangan dan keberkahan dalam tidur. Selain itu, doa juga mengingatkan umat Islam akan ketergantungan mereka pada Allah dan kebutuhan akan bimbingan-Nya sepanjang hidup.

Bangun di Tengah Malam untuk Beribadah

Praktik bangun tengah malam untuk melaksanakan ibadah, khususnya Shalat Tahajjud, adalah salah satu anjuran agung dalam Islam yang memiliki makna mendalam. Ayat yang disebutkan dalam Surah Al-Isra (17:79) menggarisbawahi pentingnya waktu malam untuk memperoleh keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut

  1. Persiapan Spiritual

   Tidur dalam Islam bukanlah tujuan akhir dalam hidup, melainkan sebagai persiapan untuk beribadah. Bangun tengah malam memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri secara spiritual, membersihkan hati, dan merefleksikan perjalanan hidup.

  1. Kesempatan untuk Shalat Tahajjud

   Shalat Tahajjud adalah bentuk ibadah malam yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melaksanakan shalat ini di tengah malam, ketika kebanyakan orang sedang tertidur, menunjukkan ketundukan dan dedikasi yang tinggi kepada Allah.

  1. Keberkahan Waktu Malam

   Waktu malam dianggap sebagai periode yang penuh keberkahan dalam Islam. Bangun tengah malam memberikan peluang untuk mendapatkan rahmat Allah, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan dengan-Nya.

  1. Pangkat yang Terpuji

   Ayat tersebut menyebutkan harapan untuk mendapatkan “pangkat yang terpuji” dengan melaksanakan Shalat Tahajjud. Ini mencerminkan penghargaan dan pujian yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah malam.

  1. Kesempatan Berdoa dan Berintrospeksi

   Bangun tengah malam memberikan ruang untuk berdoa dengan khidmat, memohon kebutuhan dan keinginan, serta melakukan introspeksi diri. Ini menjadi momen untuk merenungkan tindakan sehari-hari dan bertobat jika diperlukan.

  1. Menjadi Teladan Rasulullah SAW

   Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah malam, termasuk Shalat Tahajjud. Tindakan ini menunjukkan kecintaan dan kesetiaan kepada Allah, serta menjadi cara untuk mengikuti jejak Nabi.

Dengan memahami nilai-nilai ini, umat Islam diharapkan dapat melihat bangun tengah malam sebagai peluang yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, dan mencapai keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketidakseimbangan dan Kelebihan dalam Tidur

Hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah, yang menyatakan, “Terlalu banyak tidur menjadikan hati keras dan membuat mata buta,” memberikan peringatan penting terhadap ketidakseimbangan dan kelebihan dalam tidur. Dalam Islam, keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk tidur, dianggap sebagai prinsip yang sangat dianjurkan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut

  1. Peringatan terhadap Kebiasaan Berlebihan

   Hadis ini menunjukkan bahwa tidur yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kejiwaan seseorang. Hati yang menjadi keras dan mata yang ‘buta’ dapat diartikan sebagai hilangnya kepekaan spiritual dan kualitas mental akibat tidur yang berlebihan.

  1. Peran Tidur sebagai Kehendak Allah

   Tidur, meskipun merupakan kebutuhan fisik, bukanlah tujuan utama kehidupan. Allah menciptakan tidur sebagai suatu kehendak dan kebutuhan manusia, tetapi bukan untuk menguasai hidup. Oleh karena itu, tidur yang berlebihan dianggap melampaui batas yang telah ditetapkan.

  1. Pentingnya Keseimbangan

   Islam mendorong umatnya untuk hidup seimbang dalam segala hal, termasuk waktu tidur. Tidur yang cukup diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, namun harus diimbangi dengan kewajiban-kewajiban keagamaan dan sosial.

  1. Menghindari Kelalaian dalam Ibadah

   Terlalu banyak tidur dapat mengakibatkan kelalaian dalam menjalankan ibadah. Islam menekankan pentingnya melaksanakan shalat, dzikir, dan aktivitas keagamaan lainnya, yang mungkin terabaikan jika tidur menjadi prioritas utama.

  1. Menjaga Produktivitas

   Kelebihan tidur juga dapat berdampak pada produktivitas. Islam mendorong umatnya untuk menjadi individu yang produktif, memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Terlalu banyak tidur dapat menghambat pencapaian tujuan ini.

  1. Teladan dari Sunnah Rasulullah SAW

   Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh hidup seimbang dan tidak berlebihan dalam tidur. Beliau sering bangun di tengah malam untuk melaksanakan Shalat Tahajjud dan beribadah lainnya, menunjukkan kesadaran akan keseimbangan antara istirahat dan ibadah.

Tidur dan istirahat dalam Islam bukanlah sekadar tindakan fisiologis untuk memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi juga sebuah perwujudan dari hikmah dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan manusia. Artikel ini telah menggali lebih dalam tentang makna tidur dalam Islam dan bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk memandangnya sebagai suatu bentuk ibadah yang mendalam.

  1. Keseimbangan Spiritual dan Fisik

   Islam mendorong umatnya untuk mencapai keseimbangan antara aspek spiritual dan fisik dalam hidup. Tidur bukan hanya sebagai istirahat tubuh, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa dan dzikir, terutama saat bangun tengah malam.

  1. Tidur sebagai Anugerah dan Tanda Kasih Sayang Allah

   Ayat-ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa tidur adalah anugerah dari Allah, dan saat seseorang tertidur, itu adalah tanda kasih sayang-Nya. Oleh karena itu, setiap kali kita tidur, seharusnya kita menyadari kebesaran dan kebaikan Allah.

  1. Doa Sebelum Tidur sebagai Perlindungan dan Akhir yang Baik

   Islam mengajarkan umatnya untuk membaca doa sebelum tidur, bukan hanya sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan dan mimpi buruk, tetapi juga sebagai cara untuk menyelesaikan hari dengan amal yang baik.

  1. Pentingnya Bangun Tengah Malam untuk Ibadah

   Bangun tengah malam untuk melaksanakan ibadah, seperti Shalat Tahajjud, merupakan tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ini adalah momen di mana umat dapat mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan memperkuat iman.

  1. Peringatan terhadap Ketidakseimbangan dan Kelebihan Tidur

   Rasulullah SAW memberikan peringatan terhadap tidur yang berlebihan, mengingatkan umat agar bijak dalam mengelola waktu tidur dan istirahat. Hal ini untuk menghindari kelalaian dalam beribadah dan menjaga produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memandang tidur sebagai suatu anugerah dan tanda kasih sayang Allah, serta menjalankannya dengan kesadaran akan nilai-nilai spiritual, umat Islam diharapkan dapat mencapai keseimbangan dalam hidupnya. Dengan begitu, setiap aspek kehidupan, baik fisik maupun spiritual, dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan individu yang lebih baik. Dalam menjalani tidur dan istirahat, umat dapat merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta dan memperoleh keberkahan dalam setiap detik hidupnya.

والله أعلمُ بالـصـواب

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top