logo pesantren terbaru pisan

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Mulailah Dengan Basmalah!

Oleh: Ust. Asep Deni Hermawan, S.Sos.

25 September 2023

Bismillahirrahmanirrahim

Basmalah adalah istilah atau singkatan dari kalimat utuh, “Bismillahirrahmanirrahim,” yang sering diterjemahkan sebagai “Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang.” Ini adalah kalimat yang sangat penting dalam agama Islam, dan merupakan bagian awal dari setiap surat dalam Al-Quran, kecuali surat at-Taubah.

Umumnya kaum muslimin, memulai aktifitas apapun dengan basmalah. Demikianlah kita diajarkan oleh orang tua dan guru-guru kita agar senantiasa memulai aktifitas dengannya. Kalimat singkat ini memiliki makna yang begitu luas bagi kehidupan seorang muslim. Bukan sekedar kebiasaan, lebih dari itu, memulai aktifitas dengan “al-Basmalah” ini merupakan syariat yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Dengannya kita mendapat sentuhan spiritual untuk membuka pintu ketenangan, kebahagiaan, keberkahan untuk setiap kegiatan.

Ditinjau dari sisi struktur kalimatnya dalam bahasa Arab, al-basmalah dimulai dengan Jar majrur (بِسْمِ). Dalam kaidah bahasa Arab, jar majrur harus berkaitan dengan kata kerja tersembunyi (محذوف) yang mengikutinya. Yang pernah belajar nahwu sampai mengi’rab kalimat biasanya sering mendapatkan kalimat الجار والمجرور يتعلق بفعل محذوف. Apa itu? saya tidak akan jelaskan di sini, perlu majelis khusus pembahasan Bahasa Arab. Sederhananya, setelah kata بسم pasti ada kata kerja yang mengikutinya yang tersembunyi atau dibuang. Kata apa yang dibuang? Bergantung pekerjaan apa yang akan kita lakukan. Sebagai contoh:

  • Ketika membaca al-basmalah sebelum makan, maka (seolah-olah) kalimatnya menjadi: “Dengan menyebut nama Allah, saya makan.” 
  • Kalau kita membaca al-basmalah sebelum belajar, maka (seolah-olah) kalimatnya menjadi: “Dengan menyebut nama Allah, saya belajar.” 
  • Kalau kita membaca al-basmalah sebelum berangkat kerja, maka (seolah-olah) kalimatnya menjadi: “Dengan menyebut nama Allah, saya berangkat kerja.” 

Dan seterusnya, bisa kita qiaskan makna al-basmalah sesuai pekerjaan apa yang akan kita lakukan setelah membaca al-basmalah tersebut. Dengan demikian Bahasa Arab ini meringkas pembicaraan sehingga bentuk kalimatnya jadi lebih pendek tanpa harus merinci setiap aktifitas yang akan dilakukan saat mengucapkan basmalah tersebut.

Para ulama mengatakan makna kata ب (bi) pada al-basmalah adalah للإستعانة (untuk meminta pertolongan). Maka saat kita membaca “bismillah”, walau sangat pendek dan singkat, tapi mengandung makna yang sangat dalam. Contohnya:

  • Ketika akan makan membaca basmalah, seolah-olah kalimat tersebut berbunyi: “Dengan menyebut nama Allah, Saya meminta pertolongan-Nya karena saya mau makan.” 
  • Ketika akan keluar rumah kita membaca basmalah, maka seolah-olah kalimatnya berbunyi: “Dengan menyebut nama Allah, Saya meminta pertolongan-Nya karena saya mau keluar rumah.” 
  • Ketika akan mengajar atau belajar kita membaca basmalah, maka seolah-olah kalimatnya berbunyi: “Dengan menyebut nama Allah, Saya meminta pertolongan-Nya karena saya mau belajar/mengajar.”

Aktifitas apapun yang kita lakukan dengan diawali kalimat al-basmalah maka di sana terkandung doa meminta pertolongan kepada Allah untuk setiap aktifitas yang dilakukan. Kalau ada yang bertanya: “Koq mau makan saja harus minta pertolongan? Koq mau keluar rumah saja harus minta pertolongan? koq untuk semua aktifitas harus minta pertolongan? Apa gak terlalu lebay?” Di sinilah letak kekuatan tauhid yang terkandung dalam kalimat al-basmalah. Dengannya kita mengakui bahwa kita tidak memiliki kendali penuh terhadap segala sesuatu, bahkan kendali terhadap tubuh kita sendiri untuk mengolah makanan yang kita santap. Kemudian kita kembalikan kendali penuh itu hanya kepada Allah. Di situ lah letak ekspresi keimanan dan ketauhidan yang kuat dari mengucapkan al-basmalah.

Bukankah memang kita tidak pernah tahu makanan mana yang akan berdampak menyehatkan atau membahayakan? Bukankah sistem pencernaan yang ada di perut kita ini tidak bisa dikendalikan oleh diri kita sendiri? Siapa yang bisa memilah sendiri mana makanan yang jadi daging, tulang, otot, atau yang dibuang jadi kotoran? tidak ada. Bukankah kita juga tidak pernah punya kendali ketika kita di jalan? Bukankan kendaraan-kendaraan yang dikemudikan orang lain di luar kendali kita? Maka dengan membaca al-basmalah kita sedang mengakui kelemahan diri dan menetapkan penguasaan itu hanya milik Allah. kita serahkan semua urusan kita kepada Sang Mahapemelihara, Allah ‘azza wajalla.

Berkaitan dengan ekspresi tauhid di atas, salah seorang guru bahasa Arab saya pernah mengatakan: Kalimat بسم yang didahulukan sebelum kata kerja, memiliki makna للحسر (memberikan faidah pembatasan). Dengan kita mendahulukan nama Allah sebelum kata kerja (misalnya: membaca), seolah-olah kita mengatakan: HANYA dengan mengharap keberkahan dari Allah saya mulai membaca.” Ekspresi ini menunjukkan kedalaman tauhid yang dimiliki orang yang mengucapkannya, sehingga dia hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran dalam melaksanakan aktifitasnya. Betapa dahsyatnya kalimat al-basmalah ini ketika difahami dengan menggunakan pendekatan bahasa aslinya, Bahasa Arab.

Diantara manfaat membaca al-basmalah juga adalah dalam rangka Tabarruk (mengharap berkah). Dengan membaca basmalah kita sedang memulai aktifitas apapun dengan nama Allah. Dan nama Allah ini memiliki keberkahan sebagaimana Allah katakan di akhir surat Ar-Rahman: تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (Mahaberkah nama Rabbmu yang memiliki keagungan dan karunia). Maka dengan membaca al-basmalah di setiap mengawali aktifitas apapun terkandung makna meminta keberkahan dalam pekerjaan tersebut. 

Apa itu keberkahan? البركة dalam kamus-kamus disebut dengan النماء (berkembang) atau الزيادة (bertambah). Guru saya mengatakan diantara makna berkah adalah فوق توقع (melampaui ekspektasi). Contohnya: kita menanam satu biji, ternyata Allah tumbuhkan puluhan, ratusan, bahkan ribuah buah dari pohon tersebut. Itulah  bekah, فوق توقع (melampaui ekspektasi), dari satu berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan. Contoh lainnya: Kita sekali-kalinya menulis dan membagikan konten positif, namun ternyata konten itu bermanfaat sampai berjuta-juta orang terinspirasi dengannya. Bisa jadi hanya pada satu orang anak kandung kita saja mengajarkan bacaan al-Quran, mengajarkan tatacara sholat. Kemudian Allah jadikan anak tersebut guru yang memiliki ribuan murid, maka setiap ribuan muridnya itu membaca Al-Quran, setiap ribuan muridnya melaksanakan sholat, pahalanya bukan hanya untuk mereka, bukan hanya untuk anak kita, tapi juga mengalir pada kita yang menjadi sumbernya. Demikianlah dahsyatnya keberkahan kalimat al-basmalah ketika diucapkan sebelum melakukan aktifitas apapun.

Benarlah apa yang dikatakan Rasulullah ﷺ yang dihasankan oleh para ulama:

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus (keberkahannya).” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

Oleh karena itu, mari awali aktifitas apapun dengan al-basmalah. Bangun tidur, menggosok gigi, mandi, makan, minum, membaca, menulis, membuat konten positif, dan aktifitas apapun yang kita kerjakan, awali dengna al-basmalah. mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan pada aktifitas tersebut. 

(adh)

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top