logo pesantren terbaru pisan

Mengapa Orang Bodoh Tidak Sadar

Oleh : Ust. Sukarmo, ST, MPd.

19 Januari 2024

Judul tulisan di atas saya ambil dari sebuah artikel di internet yang judul aslinya why the unskileed are unaware yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya mengapa orang bodoh itu tidak sadar. Tulisan tersebut ditulis oleh lima orang yaitu Joyce Ehrlinger, Keeri Johnson, Mathew Banner, David Dunning dan Justin Kruger.

Tentu saja tulisan tersebut menurut saya memberikan gambaran bahwa di dunia ini banyak orang yang sebenarnya bodoh tapi memiliki keyakinan yang tinggi, kepercayaan yang tinggi bahwa ia adalah oran terbaik. Gambaran ini dijelaskan oleh dua orang peneliti dari yaitu David Dunning dan justin Kruger yang kemudian dinamai dengan Dunning Krugger Effect. Yang kalau dalam grafik bisa dilihat berikut ini.

Coba kita kaji diagram tersebut. Pada diagram tersebut ada dua garis yaitu garis vertikal dan garis horizontal. Garis vertikal menunjukkan rasa percaya diri (confidence) dan garis horizontal menunjukkan knowledge atau competence atau pengetahuan. Semakin tinggi garis vertikal maka tingkat kepercayaan diri semakin tinggi dan semakin ke kanan garis horizontal artinya pengetahuannya semakin banyak atau kompetensinya semakin bagus.

Coba kita perhatikan titik peak of enthusiasm atau puncak semangat atau puncak kepercayaan diri. Titik tersebut merupakan titik tingkat kepercayaan diri yang puncak. Namun sayangnya tingkat kompetensinya atau pengetahuannya sangat rendah. Hal ini tentu saja ada baiknya, tapi juga banyak mudhorotnya. Baiknya mungkin sebagai langkah awal untuk bergerak, jangan terlalu banyak berfikir atau menganalisa yang akhirnya tidak jadi bergerak. Bob Sadino mengatakan goblok pangkal kaya artinya orang goblok atau orang dungu itu tidak banyak berfikir, tapi langsung bertindak. Keadaan ini untuk sementara karena kalau ia tidak mengembangkan diri, maka akan menjadi bumerang bagi dirinya. Rasa percaya diri tanpa dibarengi dengan pengetahuan maka akan menjerumuskan atau mencelakakan baik diri maupun orang lain. Misal orang yang baru bisa menyetir mobil tapi memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa ia bisa menyetir padahal baru belajar sehari atau dua hari.

Ketika ia ditawari untuk menyetir mobil dan ia menyanggupi maka peluang untuk kecelakaannya besar karena sebenarnya ia belum mahir dalam menyetir. Begitu pula dalam berbagai aspek kehidupan, yang namanya kompetensi atau pengetahuan itu sangat dibutuhkan. Imam Bukhori membuat sebuah judul dalam kitab beliau yaitu pengetahuan sebelum berbicara dan bertindak. Artinya pengetahuan atau wawasan itu sangat penting untuk keberhasilan tindakan. Rasulullah menyatakan bahwa amanah itu harus diberikan kepada yang ahli karena jika amanah diberikan kepada yang bukan ahli maka tunggulah kehancurannya.

Orang yang ahli tentu orang yang mumpuni artinya pengetahuannya dalam bidang tersebut sangat mumpuni. Mengapa bisa mumpuni, karena ditopang oleh pengetahuan yang luar biasa mendalamnya. Sir Ishak Newton pernah berujar mengapa ia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, dia menjawab because I stand on the giant shoulder, Aku berdiri di pundak para raksasa. Artinya guru-gurunya itu adalah orang-orang yang sangat luar biasa sehingga menjadikan ia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.

Para nabi memiliki kemampuan luar biasa, terutama nabi kita yaitu nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam karena beliau memiliki seorang guru yang sangat luar biasa yaitu malaikat Jibril, pimpinannya para malaikat. Hal ini diungkapkan oleh Allah dalam Q.S An Najm ayat 5bahwa yang mengajarinya adalah yang sangat kuat baik kuat fisik maupun kuat ilmu.

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ ٥

Artinya: “Dia telah diajari oleh malaikat yang sangat kuat”

Semakin kita belajar, maka semakin bertambah pula ilmu kita dan semakin benyak kita belajar, kita akan semakin menyadari bahwa banyak sekali yang tidak kita ketahui. Albert Einstein mengatakan the more I learn, the more I realized how much I don’t know. Semakin aku belajar, semakin aku sadar begitu banyak hal yang tidak aku ketahui. Artinya dengan belajar, kita akan sadar betapa bodohnya kita. Orang yang tidak mau belajar tidak akan sadar bahwa dirinya adalah bodoh. Bahkan ia merasa percaya diri. Ia merasa dirinya lah yang benar dan yang lain salah padahal ia tidak memiliki wawasan keilmuan dalam bidang itu sama sekali. Tentu saja ini menjadikan kita pecut agar kita tetap rendah hati, dan merasa bahwa kita itu orang yang bodoh, orang yang membutuhkan bantuan orang yang berilmu agar kita tidak terjerumus kepada orang yang zaigh, orang yang menyimpang karena ketiadaan ilmu di dalam diri kita. Kita dituntut untuk terus belajar, untuk terus mengkaji, membaca buku-buku, kitab kitab para ulama sehingga kita terbimbing di dalam menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, bukan mengikuti hawa nafsu kita tanpa arahan dan bimbingan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala.

Dunning Kruger Effect kalau dalam istilah bahasa Indonesia adalah tong kosong nyaring bunyinya. Artinya seseorang yang tidak ada ilmunya, tapi ia paling lantang berbicara. Rasulullah menyifati orang tersebut dengan istilah Ruwaibidhoh yaitu orang bodoh yang mengurusi urusan banyak orang. Jika ini terjadi akan terjadi kekacauan karena pasti yang terjadi adalah fitnah karena menurut Ibnu Taimiyah dalam kita beliau yaitu minhajus sunnah jilid ke 3 halaman 187, bahwa orang yang ingin melakukan perbaikan tapi tanpa dibarengi dengan ilmu, pastikanlah ia adalah pengikut hawa nafsu. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk penulis sendiri dan untuk saudara-saudara sekalian. Wallahu a’lam bishowab.

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top