logo pesantren terbaru pisan

Khutbah Shalat Istisqa Pondok Pesantren Baiturrahman 22 Oktober 2023 M / 7 Rabiul Akhir 1445 H

Oleh : Ust. Asep Deni Hermawan, S.Sos.

24 Oktober 2023

KHUTBAH PERTAMA

أستغفر الله العظيم {٩x} الذي لا إله إلا هو الحي القـيوم وأتوب اليه

الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين لا إله إلا الله يفعل ما يريد اللهم أنت الله لا إله إلا أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث واجعل ما أنزلت لنا قوة وبلاغا إلى حين

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم وبارك على هذا النبي الكريم وعلى آله وأصحابه أجمعين

قال الله تعالى في كتابه الكريم: استغفروا ربكم ثم توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا ويزدكم قوة إلى قوتكم ولا تتولوا مجرمين.

Saat ini kita merasakan kekeringan, kemarau sudah berlangsung sejak berbulan-bulan. Alhamdulillah kita di Pesantren dalam keadaan masih bisa menikmati air bersih, kita masih bisa mandi, mencuci pakaian bahkan bisa mencuci kendaraan kita dengan normal. Namun ketahuilah bahwa di tempat-tempat lain, sumur sudah kering, air sungai sudah sangat surut, jangankan untuk mencuci motor atau mobil, jangankan untuk nyebor tanaman, sekedar untuk mandi dan mencuci baju saja harus berebut. Saudara-saudara kita di tempat lain sampai harus begadang untuk mendapatkan jatah air, karena di siang hari sudah tidak kebagian air dari PDAM.

Maka saat kita melaksanakan shalat istisqa seperti ini adalah bentuk kepedulian kita kepada saudara kita, mungkin di RT lain, mungkin di RW lain, mungkin di desa lain, mungkin di kecamatan atau bahkan kota dan kabupaten lain yang benar-benar membutuhkan. Karena saat Allah menurunkan hujan di satu tempat, bukan hanya RT itu, bukan hanya RW itu, desa itu, atau kecamatan itu yang merasakan manfaatnya, bahkan bisa jadi berdampak ke satu kabupaten/kota. Bahkan bukan hanya manusia yang mendapatkan manfaat. Akan tetapi tumbuh-tumbuhan, hewan binatang ternak lainnya pun merasakan manfaatnya.

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا . لِّنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا

  1. Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. 49. agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (QS Al-Furqan: 48-49)

Oleh karena itu, maka saat kita melaksanakan shalat istisqa saat ini, bukan sekedar memohon kasih sayang Allah agar Ia menurunkan air hujan dari langit, namun kita juga sedang bermohon kebaikan dari-Nya dengan membuktikan cinta kita kepada makhluq-makhluq Allah lainnya. Kepada sesama manusia yang Allah berikan ujian saat ini tidak memiliki air yang cukup. Termasuk untuk tanaman, pohon-pohon yang sudah lama tidak mendapatkan siraman air berkah dari langit. Bahkan hewan ternak dan hewan melata lainnya. Mudah-mudahan ada diantara kita, orang yang mustajab ad-du’a, orang yang doa-doanya didengar dan dikabulkan Allah. Sehingga kita ingin kehadiran kita menjadi rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil alamin.

Astaghfirullah. Ma’asyiral muslimin rahimaniyallahu waiyyakum

Allah ﷻ berfirman melalui lisan Nabi Daud AS:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

“Istighfarlah, minta ampunlah kalian kepada rabb kalian, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Maka Dia (Allah) akan menurunkan air hujan dari langit untuk kalian dengan lebat. Dan Allah akan tambahkan kekuatan pada kekuatan kalian. Dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang berbuat dosa.”

Allah ﷻ juga berfirman dalam surat Nuh:

استغفروا ربكم إنه كان غفارا

(meminta ampunlah kalian kepada Allah. Sesunggunya Dia maha pengampun)

يرسل السماء عليكم مدرارا

(Allah akan mengirimkan hujan yang deras bagi kalian)

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

(dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai).

Maka perbanyaklah istighfar, ikhwatu iman fiddin. Karena bisa jadi kekeringan yang melanda suatu negeri itu disebabkan dosa-dosa penduduknya. Maka Allah berikan kekeringan, kekurangan air, kesulitan hidup. Maka bertanyalah orang-orang yang otaknya sudah teracuni syubhat orang-orang sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme): “kalau memang kekeringan itu disebabkan dosa ya harusnya negeri kafir yang lebih kekeringan. Kalau kekurangan harta itu dikarenakan dosa, harusnya negeri kafir seperti amerika israel negara-negara eropa dong yang lebih miskin. Koq yang miskin malah indonesia yang mayoritas muslim?”

Kalimat ini muncul dari orang-orang yang sudah teracuni syubhat dan mereka malas belajar agama. Malas membaca Al-Quran, malas mentadaburi Al-Quran. Beda antara muslim dengan kafir

أفنجعل المنسلمين كالمجرمين؟

Allah memberikan kekeringan, kelaparan, kekurangan harta kepada mukmin, karena Allah ingin mereka kembali kepadanya, beristighfar, bermunajat, menengadahkan tangan  memohon kepada-Nya. Adapun bagi orang-orang kafir, justru Allah memberikan kemudahan. Harta berlimpah, mereka menjadi negeri-negeri kaya, air mereka bersih bahkan sungai-sungai mereka jernih. Tapi kenikmatan itu tidak serta merta membuat mereka lebih bahagia bahkan mereka menderita disebabkan kekayaannya. Makanya kita jumpai negeri-negeri yang lebih banyak bunuh diri dimana? Negeri kafir. Padahal mereka berlimpah harta dan kekayaan, negaranya disebut negara maju, bahkan negara dengan index kebahagiaan yang tinggi. Tapi kasus bunuh dirinya tinggi.

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan jiwa mereka lenyap, sedang mereka dalam keadaan kafir.” (QS At-Taubah: 55)

Dan ingat ikhwah! Semua kemajuan, kekayaan, kemakmuran orang-orang kafir itu, itu semua hanya untuk membuat mereka terlena dengan dunia ini. Sampai akhirnya mereka lupa dengan kematian, mereka akhirnya takut dengan kematian. Sampai Allah datangkan kematian secara tiba-tiba dan mereka akan berakhir putus asa, takut, karena mereka tahu bahwa mereka akan masuk ke dalam adzab yang sangat pedih di alam kubur dan di akhirat kelak.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS Al-An’am: 44)

Akan tetapi untuk orang-orang yang beriman, Allah tidak akan biarkan dosa mereka bertumpuk. Allah kirimkan bala, ujian, cobaan, sakit, pedih, sengsara, agar mereka kembali kepada Allah. Agar mereka menengadahkan tangan kepada Allah, meminta ampun pada-Nya. Mari renungi ikhwatu iman fiddin. Siapa diantara kita yang tidak berdosa? Bahkan dosa itu dilakukan oleh setiap inci tubuh kita. Mata kita, siapa yang tidak berbuat dosa dengan matanya? Telinga kita, siapa yang tidak berdosa dengan telinganya? Lisan kita, siapa yang tidak berdosa dengan lisannya? Tangan kita, kaki kita, bahkan hati kita, itu semua bergelimang dosa.

Siapa yang bisa selamat dari dosa pandangan ikhwatu iman? Padahal Allah sudah perintahkan kepada kaum laki-laki yang beriman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْ فُرُوْجَهُمْ

“katakan kepada laki-laki beriman (wahai Muhammad), agar mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya”

Allah juga perintahkan perempuan-perempuan yang beriman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ, وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, agar mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya. Dan agar mereka tidak menampakkan perhiasan (aurat mereka)”

Hari ini siapa yang tidak berdosa dengan matanya? Saat kita membuka handphone kita, Youtube kita, facebook kita, IG kita, Tiktok kita, semuanya menampakkan aurat. Saat kita menonton berita, apakah pembawa beritanya yang perempuan itu menutup aurat dengan sempurna? Tidak. Dan itu dosa ikhwah. Saat antum menontotn drama korea, drama thailan, drama india, telenovela, sinetron, film-film marvel cinematic universe dan sebagainya, apakah semua pemeran perempuannya mengenakan pakaian yang menutup aurat? Tidak. Dan itu dosa. Saat membuka website, membuka youtube dan ada iklan-iklan, apakah perempuannya menutup aurat secara sempurna? Tidak. Bahkan saat kita keluar dari rumah, mungkin ke pasar, mungkin ke mini market, mungkin ngisi pulsa, dan sebagainya, apakah semua perempuan-perempuan yang kita temui di sana menutup aurat? Tidak. Dan itu dosa ikhwah. Bahkan ketika di pesantren saja, santri-santri akhawat yang tidak risih terlihat kakinya karena mengenakan kaos kaki pendek, itu juga dosa.

Tapi saking sudah biasanya dosa pandangan ini dilakukan, maka seolah-olah kita tidak merasa berdosa ketika melakukannya. Sangat jarang ada orang yang melihat perempuan terbuka sebagian auratnya ketika membuka FB, IG, Youtube, nonton korea, dll, kemudian dia istighfar setiap melihat perempuan yang terbuka sebagian auratnya. Atau ketika para perempuan melihat laki-laki yang bukan mahramnya sampai diresapi dibayang-bayangkan bagaimana jika dia menjadi pasangannya. Ada yang beristighfar? Kenapa? Karena kita tidak merasa berdosa saat melakukan itu, saking seringnya, saking sudah terbiasanya dosa itu dilakukan.

Padahal Allah menutup rangkaian ayat perintah menundukkan pandangan tadi dengan kalimat luar biasa:

وتوبا إلى الله جميعا أيه المؤمنون لعلكم تفلحون

“dan bertaubatklah kalian wahai orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, agar kalian mendapatkan keberuntungan.” Menunjukkan bahwa mengumbar pandangan pada yang bukan hak nya adalah dosa yang harus ditaubati.

Siapa yang telinganya bersih dari dosa? Telinga kita sering digunakan mendengar ghibah, berita-berita dusta, gunjing sana gunjing sini.

Kaki kita? Siapa yang tidak punya dosa melalui kakinya? Kadang dengan mudah kaki ini menendang, menyakiti orang lain, hewan lemah yang ada di hadapan kita. Kadang kaki ini dilangkahkan untuk mengantar keinginan kotor kita ke satu tempat maksiat.

Tangan kita kadang digunakan untuk usil jahil kepada teman kita, menampar yang bukan haknya ditampar, memukul yang bukan haknya dipukul, memegang yang bukan haknya dipegang. Lisan kita. Siapa yang tidak punya salah dengan lisan? Ghibah, namimah (adu domba), menggunjing saudara, mengghibah ustadz itu dosanya berlipat-lipat. Banyak sekali dosa kita ikhwah. Setiap inci tubuh kita pernah melakukan dosa.

Maka dari itu kembalilah kepada Allah. Kembalilah kepadanya agar Allah menghapus dosa-dosa ini. Karena tidak ada satupun yang bertemu dengan Allah dalam kondisi berdosa, kecuali dia akan merasakan panas, yang jauh lebih panas dari teriknya matahari saat ini. Dia akan merasakan kekeringan yang jauh lebih kering dari ini. Jangankan di akhirat, di alam kubur saja sudah merasakan panas yang luar biasa akibat dosa-dosanya.

Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan sengsaranya kematian seorang yang kafir atau fajir (pendosa). Setelah nyawanya dicabut oleh malaikat maut, dia dipakaikan kain yang sangat kasar dan bau busuk, dibawa ke langit dunia oleh para malaikat tapi tidak dibukakan sedikitpun pintu langit baginya لا تفتح لهم الأبواب السماء حتى يلج الجمل في سم الخياط. Maka ruhnya dilempar dari langit menuju ke alam kuburnya. Kemudian di alam kubur dia didatangi dua malaikat yang sangat menyeramkan yang disebut Munkar-Nakir. Mereka bertanya tentang siapa tuhanmu? siapa nabimu? apa agamamu? Dan mereka tidak bisa menjawabnya.

ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ

“Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi dengan sekali pukulan diantara dua telinganya, maka iapun berteriak dengan teriakan yang didengar oleh orang yang di dekatnya kecuali manusia dan jin” (HR Muslim: 1388)

فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ، فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ، وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ، فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا، وَسَمُومِهَا، وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ، ….

lalu ada penyeru langit berkata, ‘Dia telah berdusta, hamparkan baginya permadani neraka dan bukakanlah pintu dari alam barzakhnya!’, maka malaikat membuka pintu neraka baginya dengan segala panasnya dan letupannya, sedangkan kuburannya menghimpitnya hingga tulang-tulang rusuknya bertukar posisi… (HR. Ahmad: 18534)

Lihat ikhwah. Itu adalah siksaan yang Allah berikan bagi siapa saja yang menemui kematiannya sebagai fajir (pendosa). Dan hadits yang khatib bacakan tadi baru siksa kubur. Belum bertemu dengan siksa neraka yang sulit untuk kita bayangkan.

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

Maka ikhwatu iman fiddin rahimani warahima kumullah. Yang sesungguhnya kita minta pada shalat istisqa ini, bukan sekedar turunnya hujan. Melainkan turunnya ampunan dari Allah untuk seluruh dosa-dosa kita semua. Baarakallahu lii walakum

KHUTBAH KEDUA

أستغفر الله العظيم {٧} الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه

الحمد لله على إحسانه والشكر له على توفيقه وامتنانه. وأشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه. وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله الداعى إلى رضوانه. اللهم صل وسلم عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه. أما بعد

Ikhwatu iman fiddin rahimaniyallahu waiyyakum.

Mari kita beristighfar, meminta ampunan Allah, meminta rahmat Allah. Dan kita minta agar Allah turunkan hujan yang akan menjadi berkah untuk seluruh makhluq-Nya. Hujan yang akan menumbuhkan kembali tanaman, memberi minum bagi manusia dan hewan, menghidupkan tanah yang sudah kering mati kerontang.

إن الله وملآئكته يصلون على النبى يآأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين المهديين أبى بكر وعمر وعثمان وعلى وعن بقية الصحابة والتابعين وتابعي التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وارض اللهم عنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين

 اَللَّهُمَّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات.

اللَّهُمَّ اجعلها سقيا رحمة ولا تجعلها سقيا عذاب ولا محق ولا بلاء، ولا هدم ولا غرق، اللَّهُمَّ على الظراب والآكام ومنابت الشجر وبطون الأودية، اللَّهُم حوالينا ولا علينا،

اللَّهُم اسقنا غيثا مغيثا هنيئا مريئا مريعا سحا عاما غدقا طبقا مجللا دائما إلى يوم الدين، اللَّهُم اسقنا الغيث ولا تجعلنا من القانطين، اللهم إن بالعباد والبلاد من الجهد والجوع والضنك ما لا نشكو إلا إليك،

اللهم أنبت لنا الزرع وأدر لنا الضرع وأنزل علينا من بركات السماء وأنبت لنا من بركات الأرض، واكشف عنا من البلاء ما لا يكشفه غيرك، اللهم إنا نستغفرك إنك كنت غفارا فأرسل السماء علينا مدرارا

اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدين ولمشايخنا ولمعلمين ولمن له حق علينا ولمن أحب وأحسن إلينا ولكافة المسلمين أجمعين. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

عباد الله ! إِن الله يأمرنا بالعدل والإحسان وإيتآء ذي القربى وينهى عن الفحشآء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون واذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واتغفرو الله إنه هو الغفور الرحيم

 

Pondok Pesantren Baiturrahman,

22 Oktober 2023 M / 7 Rabiul Akhir 1445 H

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top