logo pesantren terbaru pisan

Kemenangan Sebelum Kemenangan Di Negri Palestina

Oleh : Ust. M Iqbal Azkiya, Lc

19 Januari 2024

Ujian yang menimpa umat beriman, sebagaimana telah menimpa pada para rasul dan umat terdahulu, bukanlah sesuatu yang aneh, namun sudah sunatullahnya Allah akan memberikan ujian kepada hamba-hambaNya. Demikian pula Allah telah menjanjikan, dan janji Allah adalah pasti, bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada mereka yang beriman kepada-Nya. Demikian pula merupakan ketetapan Allah dalam kitab-Nya bahwa kemenangan akan Allah berikan kepada mereka yang memperjuangkan agama-Nya.

Mari perhatikan ayat berikut:

{ إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَیَوۡمَ یَقُومُ ٱلۡأَشۡهَـٰدُ }

[Surat Ghafir: 51]

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari dihadirkannya para saksi (hari Kiamat),

Namun kita dapati bahwa terdapat di antara nabi dan rasul alaihimussalam yang dibunuh oleh orang kafir dan musyrik, seperti nabi Zakaria dan Yahya, dan lainnya. dan tak sedikit nabi yang menerima ancaman dan usaha pembunuhan dari kaumnya, kecuali bahwa Allah menyelamatkan mereka seperi nabi Muhammad, nabi Isa, dan Ibrahim alaihimussalam. Demikian pula kita dapati sepanjang waktu dan zaman kaum beriman yang menerima siksaan, teror, gangguan, kehidupan yang sempit dan opresi,, dalam waktu kita saat ini seprti yang dialami saudara kita di bosnia, irak, rohingya, Uyghur, dan tidak terkecuali penjajahan yang tengah terjadi di bumi masjidil Aqsa Palestina.

Setelah 75 tahun lebih penjajahan Zionis Israel atas bangsa palestina dan masjidil Aqsa yang dimuliakan,, peperangan demi peperangan telah dikobarkan, perlawanan demi perlawanan telah dilancarkan, usaha demi usaha telah digencarkan,, namun kemerdekaan Palestina tidak kunjung terwujudkan,, lantas bagaimana jawaban kita apabila seseorang bertanya: maka kapankah pertolongan Allah akan tiba?

Dalam kitab Fiqih Nasr dan Tamkin karangan Dr. Muhammad As Shalabi diungkapkan tentang kemenangan pendahulu, yang sering luput dari kesadaran kita, padahal merupakan kemenangan yang hakiki dan lebih utama di bandingkan kemenangan fisik atas musuh di medan peperangan dan perpindahan kekuasaan.

Kemenangan dan pertolongan itu berupa kemenangan dakwah. Ketika seorang atau sekelompok dai telah berhasil menyampaikan risalah Allah kepada kaumnya dan menanamkan benih benih keimanan di hati mereka, meskipun dengan bayaran jiwa dan raga mereka sendiri.

Kemenangan para pejuang agama Allah dengan berhasil tersampaikannya risalah ilahi dan kebenaran Islam kepada manusia telah Allah ceritakan di dalam banyak tempat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

Di antaranya adalah kisah ashabul ukhdud dalam surat al-Buruj.  Ashabul ukhdud  merujuk kepada penguasa zalim yang membakar orang-orang yang beriman dalam parit, agar mereka meninggalkan agama Islam dan Kembali pada kekafiran dan agama sang raja. Orang-orang yang beriman ini tetap teguh pada keimanan mereka pada Allah, hingga raja di masa itu marah dan membakar mereka hidup-hidup.

Adapun kisah yang melatarbelakangi peristiwa ini diceritakan dalam hadits Nabi SAW yang Panjang dalam Riwayat Muslim. Adapun inti dari kisah tersebut berpusat pada seorang pemuda yang hidup di wilayah kekuasaan seorang raja yang zhalim, pada zaman sebelum diutusnya Rasulullah SAW. Pemuda ini ia belajar kepada seorang pendeta yang hanif hingga akhirnya dia menjadi seorang yang beriman kepada Allah yang Esa dan menolak untuk menghamba kecuali kepada-Nya. Pemuda ini kemudian mendapat kemuliaan dari Allah, yaitu tidaklah dia berdoa memohon kepada Allah kecuali doanya terkabulkan. Ia pun dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini pun sampai di telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia pun mendatangi pemuda tersebut agar dapat disembuhkan. ” Pemuda ini pun berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman pada Allah, aku akan berdo’a pada-Nya supaya engkau bisa disembuhkan.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya.

Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja pun bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia pun menjawab, “Rabbku.” Raja pun kaget, “Apa engkau punya Rabb (Tuhan) selain aku?” Sahabatnya pun berkata, “Rabbku dan Rabbmu itu sama yaitu Allah.” Raja tersebut pun murka dan menindaknya, ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan kepada anak yang tadi. (Ketika anak tersebut datang), raja lalu berkata padanya, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Pemuda tersebut pun menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.” Mendengar hal itu, raja menjadi murka dan menyiksanya, raja pun memerintahkan padanya, “Kembalilah pada ajaranmu!”  pemuda itu pun enggan. Kemudian Raja memerintahkan kepada pasukannya untuk membunuh pemuda tersebut, kecuali dia mau Kembali kepada ajaran yang lama. Namun setelah berkali kali percobaan yang dilakukan oleh raja dan pasukannya untuk membunuh pemuda tersebut, berkali-kali pula Allah selalu menyelamatkannya.

Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai engkau memenuhi syaratku.” Raja pun bertanya, “Apa syaratnya?” Pemuda tersebut berkata, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku di atas sebuah pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu panahlah aku karena jika melakukan seperti itu, engkau pasti akan membunuhku.” Lantas rakyat pun dikumpulkan di suatu bukit. Pemuda tersebut pun disalib di pelepah, lalu raja tersebut mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian diletakkan di busur. Setalah itu, ia mengucapkan, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya. Lalu pemuda tersebut memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut lalu berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut.”

Demikian latar belakang peristiwa di balik kisah ashabul ukhdud. Meskipun secara lahiriah mereka kalah, secara fisik mereka gugur dan binasa,, tapi hakikatnya mereka telah mendapatkan awal kemenangan, kemenangan berupa mendapatkan derajat syahid, diampuni dosa dosa dan diberikan pahala yang besar; serta yang tidak kalah penting adalah kemenangan dengan tersampaikannya kebenaran Islam kepada manusia dan tertanamnnya benih benih keimanan dalam hati mereka, sehingga banyak di antara mereka yang masuk Islam.

Adapun bagi kaum kafir yang memusuhi orang-orang beriman dan dakwah mereka, sesungguhnya telah ditimpakan kekalahan yang nyata. Kekalahan karena meskipun dengan berbagai teror yang mereka berikan kepada orang-orang beriman, meski berbagai serangan dan siksaan  mereka lancarkan kepada orang-orang beriman,, mereka tidak mampu memaksa orang beriman untuk melepaskan keimanannya. Mereka tidak mampu menggoyahkan keimanan di dalam hati orang-orang beriman, tidak pula mereka mampu membuat dakwah dan perjuangannya berhenti.

Kematian kaum muslimin di tangan penguasa zalim ini justru menunjukan kebenaran sesungguhnya kepada manusia, gugurnya para pendakwah ini justru menginspirasi orang-orang yang menyaksikan untuk beriman.

Realita inilah yang sekarang terjadi di palestina, serangan demi serangan yang dilancarkan kepada para pejuang kemerdekaan palestina, yang mengobarkan dengan jelas panji Islam dan keluhuran akhlaqnya untuk disaksikan oleh seluruh dunia. Korban demi korban yang berjatuhan dari para penduduk gaza, tidak meruntuhkan keimanan mereka, justru menjadi panggung yang mempertontonkan kepada seluruh dunia tentang keteguhan iman mereka, kekuatan ikatan mereka yang tidak goyah kepada Allah SWT. Fenomena ini tidak luput dari perhatian jutaan orang di dunia, dukungan demi dukungan terus mengalir kepada rakyat Palestina. Satu persatu mesin propaganda Zionis mulai kehilangan kekuatannya. Satu demi satu kebohongan propaganda Israel terbongkar kebusukannya. Berbondong-bondong manusia yang penasaran dengan agama yang dipegang teguh rakyat palestina, mulai mempelajari Islam, bukan sebagaimana yang telah digambarkan kepada mereka sebelumnya tentang menyeramkannya Islam, sebagaimana yang diinginkan media pro Israel. Mereka ingin mengetahui Islam secara langsung dari al-Qur’an, bebas dari bias dan distorsi yang ditujukan untuk menimbulkan fobia atas Islam, sebagaimana yang selama ini dicekokan kepada kebanyakan orang.

Dari sini kita simpulkan beberapa kemenangan strategis yang didapatkan pejuang Palestina:

  1. Munculnya Gerakan orang-orang yang belajar al-Qur’an dan Islam, terdorong oleh kekaguman dari apa yang mereka saksikan dari rakyat palestina, Gaza secara khusus.
  2. Hancurnya hegemoni mesin propaganda Israel. Orang-orang sudah melihat adanya bias dalam pemberitaan fakta terkait Palestina dan Israel dari media-media pro Israel,, sekarang kebanyakan generasi muda memilih sumber alternatif, media media yang mereka Yakini bisa memberitakan secara lebih objektif.
  3. Dukungan dan perhatian luas masyarakat dunia terhadap kemerdekaan Palestina. Hal ini menjadi penting di era di mana kepentingan global sangat dipengaruhi oleh perhatian dunia,, yang dengan mudahnya berkembang dan dibagikan melalui media-media internet. Hal ini tidak lepas dari pemberitaan pers yang intensif dan menjangkau masyarakat yang luas, terkait peristiwa di palestina. Dukungan ini begitu masih di kalangan grass root masyarakat, sehingga para elit politik yang sebelumnya mungkin enggan terang-terangan mendukung palestina atau terang terangan mengecam Israel, karena berbagai factor utamanya karena tekanan Amerika serikat, tidak bisa lagi menghiraukan seruan seruan ini, dan ‘terpaksa’ membuat Langkah-langkah politis dan diplomatis untuk mendukung Palestina dan mengecam Israel.
  4. Menurunnya dukungan masyarakat dunia terhadap Israel, hancurnya image yang coba dijaga oleh Israel selama bertahun-tahun. Bisa dikatakan ini adalah kekalahan terbesar Israel
  5. Pelemahan dalam negeri Israel. Tidak bisa dipungkiri peperangan dengan Hamas ini berdampak besar kepada ekonomi Israel, perang membutuhkan biaya yang mahal. Menurunnya public trust dari warga negara Israel kepada pemimpin mereka sendiri,, di mana saat ini kita menyaksikan banyak warga yang mengkritisi kebijakan perang Israel dan menuntut mundurnya PM mereka.

Demikian sedikit tafsiran atas kejadian di Palestina saat ini sebagai sebuah kabar gembira atau ‘bisyarah’ berupa kemenangan dakwah bagi bangsa Palestina secara khusus dan umat Islam secara umum. Namun hal ini tidak boleh menjadikan kita menyepelekan atau bahkan mewajarkan penderitaan yang dialami saudara-saudara muslim di Palestina. Dengan 23 ribu lebih korban jiwa per 15 januari 2024 ini, 7000 lebih orang yang dinyatakan hilang, serta tak terhitung lagi korban yang mengalami luka, cacat, hingga lumpuh. Ditambah kondisi hidup yang tidak layak di seluruh penjuru gaza, kurangnya air bersih, tidak adanya tempat tinggal yang layak, kekurangan makanan, minuman, obat dan berbagai kebutuhan primer kehidupan, serta tekanan psikis yang harus mereka tanggung dengan serangan bom yang terus menerus menghujani. Semua ini menjadikan apa yang dialami rakyat palestina sekarang sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah peradaban di era modern. Semoga Allah meringankan untuk mereka dan menolong mereka.

Apa yang dipaparkan dalam tulisan ini bertujuan agar kita terhindar dari rasa putus asa terhadap rahmat Allah dan pertolongannya kepada muslim palestina. Dengan tetap memiliki optimisme seraya terus istiqomah dan gigih dalam membantu dan mendukung pembebasan Al-Aqsa dan rakyat Palestina dengan segenap kemampuan kita. Karena janji Allah adalah pasti bahwa kemenangan adalah bagi bala tentara agama Allah.

 

{ وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِینَ (171) إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ (172) وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَـٰلِبُونَ (173) }

[Surat Ash-Shaffat: 171-173]

Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan. dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top