logo pesantren terbaru pisan

Empati Untuk Dinginkan Bumi

Oleh : Ustzh. Rosi Idiasari, M.Si.

06 Oktober 2023

Pemanasan global menjadi suatu kata yang semakin akrab di telinga kita sejalan dengan semakin terasa panasnya suhu rata-rata di setiap daerah, bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh negara. Bumi kita sedang menghadapi ancaman serius, bumi kita sedang “demam”. Hal ini ditandai dengan ketidakteraturan musim (iklim), kehilangan biodiversitas, banyaknya bencana alam seperti  kebakaran, gempa, banjir, tsunami, mencairnya es, la nina, el nino dan ancaman lainnya yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.

Ketika kita mengetahui bahwa bumi kita sedang “sakit”, sudah sepatutnya setiap diri kita menjadi “perawat” agar bumi tidak semakin panas. Alhamdulillah, sudah banyak manusia yang menyadari bahwa sangatlah penting menjaga kesehatan bumi demi keberlangsungan hidup umat manusia. Bahkan setiap tanggal 22 April ditetapkan sebagai hari bumi.

Jauh sebelum Hari Bumi Sedunia ditetapkan, Allah sudah memerintahkan kepada manusia untuk memelihara lingkungan melalui firman-Nya dalam Al quran. Lingkungan dan alam semesta adalah anugerah Allah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga alam dan berperilaku ramah lingkungan. Dalam Al-Qur’an, terdapat sejumlah ayat yang memberikan petunjuk tentang tanggung jawab kita sebagai manusia untuk merawat dan melestarikan bumi ini

Allah dengan tegas berfirman dalam QS Al-A’raf ayat 85, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya, yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 205, “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukaikebinasaan”.

Allah juga berfirman dalam QS Al-Araf ayat 56, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Memelihara lingkungan hidup bagian dari perwujudan keimanan seseorang. Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Artinya, untuk mengatasi kerusakan lingkungan tidak bisa dilakukan hanya perorangan, tetapi harus bersama-sama. Agar muncul keinginan yang sama untuk mengatasi kerusakan lingkungan, maka perlu dibangun rasa empati pada setiap diri.

Menurut KBBI, empati adalah kesadaran mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Dari rasa empati inilah akan lahir getaran hati dan keinginan untuk melakukan sesuatu. Sangat penting untuk memupuk rasa empati, karena dengan empati kita akan lebih mudah bekerja sama dengan orang lain. Dengan empati dapat meningkatkan kesolidan dalam pertemanan dan mengatasi ketidakperdulian. Bahkan sikap empati dapat mempengaruhi pengambilan keputusan secara moral. Sampai pada akhirnya, dengan empati kita akan berani mengambil sikap yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memunculkan rasa empati terhadap lingkungan, di antaranya melalui :

  1. Pendidikan, agar dapat meningkatkan pemahaman tentang hal-hal yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan, dampak dari kerusakan lingkungan dan cara-cara untuk mengatasinya
  2. Kolaborasi dengan berbagai organisasi sosial yang peuili dengan lingkungan
  3. Mengurangi jejak karbon, dengan mengurangi penggunaan energi dan beralih pada energy terbarukan

Memunculkan empati merupakan kunci untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Empati adalah kekuatan yang dapat mencegah keinginan untuk mengeksploitasi sumber daya alam, kekuatan yang dapat mendinginkan bumi, kekuatan yang dapat mengubah dunia dan kekuatan yang dapat mencegah kita untuk berbuat kerusakan dimuka bumi demi keberlangsungan bumi kita tercinta.

Sumber :

Artikel detiknews, “Lebih Empati pada Ancaman Krisis Ekologi” selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-6595074/lebih-empati-pada-ancaman-krisis-ekologi. Diakses 18 September 2023

Artikel detikbali, “Empati Adalah: Pengertian, Manfaat, Ciri, dan Contoh Perilakunya” selengkapnya https://www.detik.com/bali/berita/d-6423902/empati-adalah-pengertian-manfaat-ciri-dan-contoh-perilakunya. Diakses 18 September 2023Top of Form

 

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top