logo pesantren terbaru pisan

Bukan Hanya Tekad

“Ini Rahasia Meningkatkan Konsentrasi dalam Ibadah Ramadan!”

Oleh : Ust. Achmad Fahrisi, S.Pd.

14 Maret 2024

***

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ࣖ

(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan hanya kepada-Nya mereka kembali.

***

Dalam bulan Ramadhan, umat Muslim diberikan kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan tilawah Al-Qur’an. Namun, seringkali kita merasa sulit untuk mencapai tingkat Kekhusyu’an yang tinggi dalam ibadah ini. Padahal, Kekhusyu’an yang tinggi adalah kunci utama untuk meraih makna ruhiyah yang mendalam dalam setiap gerakan shalat dan ayat Al-Qur’an yang dibaca.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mu’minun (23:1-2):

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ   ۙالَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ

Artinya: “Telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”

Dalam ayat ini, Allah menggambarkan bahwa orang-orang yang beriman adalah mereka yang memiliki khusyu’ atau Khusyu’ yang tinggi dalam shalat. Khusyu’ dalam shalat tidak hanya mencakup gerakan fisik semata, tetapi juga keadaan hati yang tenggelam dalam penghayatan makna ibadah.

Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk tentang pentingnya Khusyu’ dalam shalat. Beliau bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

“Barang siapa sholat dua rakaat, di dalamnya dia tidak berbicara sedikit pun dengan hatinya tentang urusan-urusan keduniaan, niscaya diampuni dosa-dosanya yang lalu” [HR Ibn Abi Sya’ban].

Dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa shalat yang benar adalah shalat yang dilaksanakan dengan Khusyu’ dan kesadaran penuh. Dengan demikian, shalat tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain shalat, tilawah Al-Qur’an juga merupakan ibadah yang membutuhkan Khusyu’ tinggi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Qiyamah (75:16-19):

لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ  اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَه ۚٗ  فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ   ۚ  ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ

“Janganlah kamu menggerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an (dengan tergesa-gesa), untuk mempercepatinya. Sesungguhnya kepadaku kewajiban mengumpulkannya (dalam dadamu), lalu membacakannya.”

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita untuk tidak tergesa-gesa dalam membaca Al-Qur’an, tetapi sebaliknya, kita harus memberikan perhatian penuh dan Khusyu’ dalam tilawah Al-Qur’an. Dengan demikian, kita dapat meraih manfaat ruhiyah yang terkandung dalam setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca.

Untuk meraih Khusyu’ tinggi dalam shalat dan tilawah Al-Qur’an di bulan Ramadhan, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan:

  1. Mentalisasi: Sebelum memulai ibadah, mari kita renungkan makna dan tujuan dari ibadah tersebut. Hal ini akan membantu kita untuk fokus dan Khusyu’ selama ibadah.
  2. Menjaga Lingkungan: Pilihlah tempat yang tenang dan hening untuk melaksanakan shalat dan tilawah Al-Qur’an. Hindari gangguan dan distraksi yang dapat mengganggu Khusyu’.
  3. Berdoa: Memohon kepada Allah untuk diberikan Khusyu’ yang tinggi dalam ibadah kita. Mintalah pertolongan-Nya agar kita dapat menghayati setiap gerakan shalat dan ayat Al-Qur’an yang kita baca.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, semoga kita dapat meraih Khusyu’ tinggi dalam shalat dan tilawah Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Dengan demikian, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan merasakan keberkahan yang terkandung dalam ibadah kita. Aamiin.

والله أعلمُ بالـصـواب

©2024. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top