logo pesantren terbaru pisan

Bagaimana Mendidik Anak Dengan Perhatian

Oleh: Ust. Andi, S.Pd.

29 September 2023

Puji dan syukur kita panjatkan kepaa Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita , nabi Muhammad SAW.

Penulis pada hari ini akan mencurahkan gagasan tentang ‘Bagaimana mendidik anak dengan perhatian’

Bagaimana mendidik anak dengan perhatian adalah dengan senantiasa mencurahkan, memperhatikan senantiasa mengikuti tumbuh dan kembang anak-anak kita, perkembangan akhlaqnya, spiritualnya, aqidahnya, pertumbuhan fisiknya dan semua hal yang perlu kita perhatikan satu demi satu secara detail perkembangan itu. Dengan memperhatikan perkembangan kita akan tahu kondisi anak kita apakah sudah berjalan semestinya pada rel yang lurus gitu atau ada penyimpangan atau tidak, banyak orang tua itu terkaget-kaget ketika mendengar kabar tentang anaknya yang bermasalah, mengapa dia terkaget-kaget karena dia tidak tahu perkembangan anaknya seperti apa, tiba-tiba mendapat kabar yang kurang nyaman bagi warga nya. Kita pernah dengar anak yang kata orang tua nya baik-baik saja, rajin beribadah tiba-tiba melakukan kegiatan yang tidak semestinya, maka itu menjadikan orang tuanya menjadi kaget, kalau dari awal sudah tahu mungkin sudah dilakukan langkah-langkah untuk antisipasi.

Ayah dan bunda Rohimakumulloh

Memberikan perhatian, itu bukan berarti kita memanjakan, tetapi bagaimana kita menjalankan fungsi mengasuh, mengatur dan memelihara anak-anak kita tersebut. Nah dalam proses mengatur, memelihara anak-anak tersebut, maka di situ ada proses memberikan perintah dan larangan, jadi misalkan begini: salah satu hal untuk memperhatikan tentang sisi ibadah anak ya misalkan, maka akan tahu apakah anak kita itu shalat atau tidak, jangan sampai tiba-tiba kita menyadari bahwa anak kita tidak melakukan shalat, ini akibat apa? karena kita tidak memperhatikan. Seolah-olah kita memperhatikan itu hanya bicara tentang uang, soal hadiah fisik dan sebagainya, tapi memperhatikan anak dalam beberapa sisi-segi ini yang harus disadari oleh orang tua bahwa itu harus dilakukan. Ada orang tua yang tidak tahu bahwa anak remajanya jatuh cinta, misalkan seperti itu ya, maka ini harusnya diperhatikan, orang tua harus memperhatikan kapan anaknya itu ada perkembangan psikis sudah menyukai lawan jenis, itu harus tahu karena dia memperhatikan. Ada orang tua yang kebingungan ketika anaknya tiba-tiba terkena kasus narkoba, terkena kasus drug obat-obatan. Ini terjadi karena apa? Ini terjadi karena orang tua tidak memberikan perhatian kepada anak mengenai lingkungannya.

Rohimakumullah, memang yang namanya pendidikan itu harusnya merupakan tanggung jawab orang tua yang paling utama, sekolah hanya membantu. Orang tua perlu menyiapkan empat aspek pembentuk anak, yang pertama rumah, yang kedua sekolah yang ketiga lingkungan, yang ke empat masjid. Nah bagaimana kemudian bisa mengombinasikan? namun memperhatikan anak dalam berbagai kondisi ini yang harus dilakukan oleh orang tua, siapa teman anak kita dan bagaimana mereka berteman, ini perlu kita perhatikan. Kalau anak-anak kita masih kecil di bawah lima tahun, kita juga bisa memperhatikan bagaimana mereka itu berbicara atau berkomentar. Ketika anak kita bermain dengan temannya dan pulang dan membawa kata-kata yang mungkin bukan pada tempatnya atau yang kurang pantas, di situlah kita kemudian mengingatkan, jangan membiarkan begitu saja. Ketika anak kita remaja, mulutnya bau rokok, kita harus mengingatkan bahwa itu tidak pada tempatnya, jangan malah sebaliknya didorong bak bak seperti itu jangan, ini yang harus diperhatkan jangan seperti itu.

 

Nah ayah dan bunda rohimakumulloh salah satu yang harus diperhatikan bagaimana proses pertumbuhan fisik mereka, jadi anak tidak hanya masalah psikis tapi juga fisik tumbuh, pertumbuhan ini harus juga kita perhatikan. Memperhatikan bagaimana gizi yang mereka asup, sehingga ada anak-anak yang sangat kurus kurang gizi, nah itu perlu kita tanyakan pada dia? apa masalahnya bagaimana dia makan, karena kurang cocok, maka kita bisa dorong bagaimana mendapatkan makanan yang dia suka, nutrisi yang cukup, mereka sakit ya harus diarahkan ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan di rumah sakit, itu yang harus diberitahukan kepada mereka. Nah di sini kita juga perlu memperhatikan bakat, kadang-kadang anak itu oleh orang tuanya didorong untuk mengambil bakat-bakat yang sebetulnya tidak mereka suka, nah bagaimana kita memperhatikan bakat mereka? Adalah dengan mencari tahu apa yang menjadi kegemaran mereka dan apa yang menjadi fokus mereka.

Misalkan anak yang dari kecil suka menggambar, dorong dia untuk menekuni bakat gambarnya, anak yang sejak kecil sudah mengenal bakat untuk melakukan aktifitas-aktifitas fisik, dorong mereka untuk melakukan aktifitas fisik seperti bela diri dsb. Mengasah bakat itu harus disesuaikan dengan bakat yang ada, jangan sampai mengasah sesuatu yang tidak ada bakatnya. Anak yang memiliki bakat di bidang matematika dan logika, itu akan senang terhadap matematika, IPA dan lain-lainnya. Tapi ada anak-anak yang tidak suka terhadap matematika, IPA jangan dipaksa untuk itu dengan memberikan les segala macam, itu malah akan menambah stres anak, justru sebenarnya kita menjadi tidak memperhatikan anak. Ada anak yang disuruh untuk mengikuti les berbagai macam ketika menerima raport matematikanya buruk, maka kemudian dia diberi les matematika padahal itu bukan kecenderungan bakatnya atau sesuatu yang tidak pada tempatnya, maka akan semakin stres dan seterusnya. Kemudian yang terakhir adalah bagaimana bapak ibu/ ayah bunda memberikan perhatian kepada anak-anak mengenai perkembangan-perkembangan mereka, perkembangan dari sisi keimanan, perkembangan dari sisi spiritual, moral, intelektual, jasmani, psikologi kita perhatikan itu pr kita sebagai orang tua, kemudian apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi, maka kita diskusikan bagaimana cara pembenahan atau bisa jua kita memberikan saran-saran kepada anak terhadap hal-hal yang harus diperbaiki. Kadang ada anak yang secara sosial itu suka berkelahi sama temannya, kita bisa memberikan saran kepada anak agar tidak melakukan hal-hal seperti itu, misal anak remaja yang sudah mulai dia ketertarikan kepada lawan jenis, maka bagaimana kita memberikan saran kepada anak remaja tersebut dengan cara yang islami tentunya.

Demikian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat.

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top