logo pesantren terbaru pisan

10 Hal Yang Patut Disyukuri

“Mengasah Hati Syukur”

Oleh : Ust. Achmad Fahrisi, S.Pd.

08 Januari 2024

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

“Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

Syukur adalah sikap yang mendalam dan indah yang membuka pintu kebahagiaan dalam hidup. Mengapresiasi nikmat-nikmat kecil hingga yang besar adalah cara untuk menjaga hati kita tetap penuh rasa terima kasih. Mari kita menggali dan memahami sepuluh hal yang seharusnya selalu kita syukuri, dengan merenungi dalil-dalil Al-Quran dan Hadits yang menguatkan pandangan kita tentang nikmat tersebut.

  1. Nikmat Iman dan Hidayah:

    Keimanan dan petunjuk hidayah dari Allah adalah nikmat terbesar yang membuat hidup kita memiliki arah dan tujuan yang jelas.

    Allah berfirman, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman: 13)

  1. Nikmat Kesehatan:

    Kesehatan adalah karunia yang memungkinkan kita untuk menjalani kehidupan dengan bugar dan produktif.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik nikmat adalah kesehatan yang sempurna.” (HR. Bukhari)

  1. Nikmat Keluarga:

    Keluarga adalah anugerah terindah, sumber dukungan, dan cinta yang tak ternilai.

    Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran-Nya) adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri.” (Q.S. Ar-Rum: 21)

  1. Nikmat Pekerjaan dan Rezeki:

    Rezeki dan pekerjaan adalah nikmat yang mendukung penghidupan dan memberikan keberlanjutan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu malas bekerja (berusaha) untuk urusan dunia karena seorang mukmin yang penuh dengan keringat di jalan Allah lebih disukai dari pada seorang ahli ibadah yang banyak berpuasa dan banyak shalat.” (HR. Ahmad)

  1. Nikmat Ilmu dan Pendidikan:

    Kesempatan memperoleh ilmu dan pendidikan adalah nikmat yang mendukung pengembangan diri.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Dia akan memahamkan padanya urusan agama.” (HR. Bukhari)

  1. Nikmat Waktu Luang:

    Waktu luang adalah kesempatan untuk bersantai, beribadah, dan melakukan kegiatan positif.

    Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkanlah lima sebelum datangnya lima: masa mudamu sebelum tua, kesehatanmu sebelum sakit, waktu luangmu sebelum sibuk, kekayaanmu sebelum miskin, dan hidupmu sebelum mati.” (HR. Ahmad)

  1. Nikmat Maaf dan Pengampunan:

    Dapat memaafkan dan mendapatkan pengampunan adalah nikmat yang memperkuat hubungan sosial.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak memaafkan, maka tidak akan diampuni.” (HR. Bukhari)

  1. Nikmat Alam Semesta:

    Alam semesta yang indah adalah bukti kebesaran Allah yang patut disyukuri.

Allah berfirman, “Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangkan air hujan ke tanah yang tandus, lalu Kami keluarkan dengan air itu tanaman yang menjadi makanan bagi ternak dan manusia?” (Q.S. Ya Sin: 34-35)

  1. Nikmat Kesempatan Beribadah:

Kesempatan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah adalah nikmat yang tak ternilai.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengerjakan shalat, maka ia sedang bercakap-cakap dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari)

  1. Nikmat Pengampunan Dosa:

Kelebihan Allah memberikan pengampunan dosa adalah nikmat besar yang patut disyukuri.

Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa: 110)

Mengalirnya Rasa Syukur dalam Keseharian:

Rasa syukur bukan hanya ungkapan lisan, tetapi sikap batin yang tercermin dalam tindakan sehari-hari. Mengingat nikmat-nikmat ini dan bersyukur adalah kunci untuk menjalani hidup dengan kedamaian dan kebahagiaan. Ketika kita merenungi nikmat yang diberikan Allah, kita mendapati bahwa setiap detik kehidupan ini penuh dengan berkah dan anugerah.

Begitu banyak dalil dalam Al-Quran dan Hadits yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Ahmad)

Membangun Kebiasaan Bersyukur:

  1. Dzikir dan Doa Syukur: Sempatkan waktu setiap hari untuk berdzikir dan berdoa, mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
  2. Catatan Syukur Harian: Buat catatan harian tentang hal-hal yang membuat kita bersyukur. Hal ini dapat menjadi pengingat ketika menghadapi tantangan.
  3. Bersedekah dan Berbagi: Bagikan nikmat yang kita miliki dengan orang lain yang membutuhkan. Hal ini meningkatkan rasa syukur dan empati.

Bersyukur adalah kunci membuka pintu kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup. Melalui refleksi atas nikmat-nikmat Allah, kita dapat membangun kehidupan yang lebih bermakna dan penuh rasa syukur. Rasulullah SAW bersabda, “Allah paling mencintai hamba-Nya yang penuh rasa syukur.” (HR. Tirmidzi)

Mari tingkatkan rasa syukur kita setiap hari, dan biarkan hati kita mengalir dalam penghargaan dan terima kasih kepada Sang Pemberi Segala Nikmat.

والله أعلمُ بالـصـواب

 

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top