logo pesantren terbaru pisan

Waspadalah dengan Penyakit Hati Hasad (Iri Hati)

Oleh : Ust. Achmad Fahrisi, S.Pd.

26 Maret 2024

Hasad, atau iri hati, adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dalam Islam. Penyakit ini terjadi ketika seseorang merasa tidak senang atau iri terhadap karunia atau keberuntungan yang dimiliki oleh orang lain, sehingga berharap agar karunia atau keberuntungan tersebut hilang dari orang lain dan beralih kepada dirinya sendiri. Hasad termasuk dalam kategori penyakit hati yang harus dihindari oleh seorang Muslim, karena dapat merusak akhlak dan hubungan antar sesama.

Penyebab datangnya hasad pada seseorang dapat bermacam-macam, antara lain karena rasa tidak puas terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada orang lain, atau karena merasa tidak adil jika keberuntungan atau karunia tersebut dimiliki oleh orang lain. Dampak dari penyakit hasad ini adalah merusak hubungan sosial, menciptakan rasa tidak nyaman, dan mengganggu keharmonisan dalam berinteraksi dengan sesama.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Artinya: “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Az-Zukhruf: 32)

Dalam hadits, Rasulullah SAW juga mengingatkan tentang bahaya hasad. Beliau bersabda:

> “Janganlah kamu saling hasad, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling benci, dan janganlah kamu saling membelakangi, dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, ia tidak menzaliminya, ia tidak menyerahkan kepadanya (untuk dianiaya), dan ia tidak mengecewakannya.” (HR. Muslim)

Pada hakikatnya, penyakit ini mengakibatkan si penderita tidak rela atas qadha’ dan qadar Allah, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim ra: “Sesungguhnya hakikat hasad adalah bagian dari sikap menentang Allah karena ia (membuat si penderita) benci kepada nikmat Allah atas hamba-Nya; padahal Allah menginginkan nikmat tersebut untuknya. Hasad juga membuatnya senang dengan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya, padahal Allah benci jika nikmat itu hilang dari saudaranya. Jadi, hasad itu hakikatnya menentang qadha’ dan qadar Allah”. (Al-Fawa’id, hal. 157).

Untuk mengatasi penyakit hasad ini, seseorang harus memiliki kesadaran bahwa keberuntungan atau karunia yang dimiliki oleh orang lain adalah pemberian dari Allah SWT, dan setiap orang memiliki bagian yang telah ditentukan oleh-Nya. Selain itu, seseorang juga harus memperbanyak berzikir, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

Dengan menghindari penyakit hasad, seseorang dapat menjaga hatinya agar tetap bersih dan tenang, serta menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Semoga kita semua dapat terhindar dari penyakit hasad dan selalu mendapatkan rahmat serta keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

والله أعلمُ بالـصـواب

cropped-logo-pesantren-terbaru-pisan.png

Pondok Pesantren Baiturrahman

Pesantren Unggulan di Bandung

Alamat :

Jl. Rancakole Kp. Bojong Kecamatan Ciparay
Kabupaten Bandung
Provinsi Jawa Barat
(022) 8596 6415

©2024. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top