logo pesantren terbaru pisan

Tidak Ada Yang Ujug Ujug

Oleh : Ustd. Sukarmo, S.T., M.Pd.

04 Desember 2023

Kata ujug-ujug mungkin tidak dikenal oleh semua orang. Kata itu adalah kata wewengkon atau hanya berlaku di suatu daerah di jawa barat atau daerah sunda. Ujug ujug artinya mendadak, tidak ada proses. Itu adalah pepatah dari orang tua kita terutama yang orang sunda. Entah orang jawa, bali dan yang lainnya mungkin memiliki kata mutiara tertentu atau pepatah singkat tertentu yang mereka mengerti dan menjadi filosofi hidup mereka. Tapi bagi orang sunda, kata ujug-ujug menjadi kata yang biasa didengar. Tidak ada sesuatu yang sifatnya ujug-ujug artinya bahwa sesuatu terjadi karena adanya proses. Allah sendiri membuat dunia ini tidak ujug-ujug jadi tapi melalui suatu proses yang lama yang dalam Al Quran disebut sebagai enam masa.

Allah berfirman, ketika berfirman jadi, maka jadilah. Tetapi kalau kita lihat dari Al Quran, Allah tidak mengatakan كن فكان, tetapi Allah mengatakan كن فيكون. Kata يكون itu adalah fiil mudhori yang menggambarkan sekarang atau masa datang dan Allah tidak merasa lelah dalam menciptakan sesuatu atau dalam memelihara sesuatu.

Kata tidak ujug-ujug menjadi landasan bergerak kita dalam melangkah atau dalam membuat sesuatu atau dalam mempelajari sesuatu. Bagi seorang penuntut ilmu, kesabaran adalah hal yang penting harus dimiliki karena belajar itu sifatnya repetitive atau pengulangan seperti yang telah penulis ungkapkan dalam tulisan yang telah lalu. Kegiatan yang sifatnya repetitive itu membosankan.

Agar tidak terjadi kebosanan, maka perlu kesabaran yang ekstra sehingga bisa melewati kebosanan tersebut. Hasil yang diperoleh dari sebuah usaha, baik itu bisnis ataupun mencari ilmu tidak bisa dirasakan dalam waktu yang cepat. Seorang pebisnis bisa mencapai kesuksesan yang sangat luar biasa, setelah melewati waktu lima sampai sepuluh tahun menurut seorang pebisnis muda yang namanya Timothy Ronald dan perlu fokus yang sangat luar biasa, tidak menyerah ketika mendapatkan hambatan, tetapi terus fokus dan mencari penyebab dari kegagalan. Kebanyakan orang gagal dalam menggapai sesuatu karena ketika menghadapi kegagalan, ia putus asa akhirnya menyerah.

Ketika bersepeda dan ingin mencapai kekuatan otot yang prima sehingga bisa menempuh jarak yang jauh, maka tidak bisa ujug-ujug tetapi harus dilakukan latihan yang intens dan terus menerus, baru setelah ia rutin bersepeda selama dua tahun minimal, ia akan memiliki otot kaki, otot core yang kuat sehingga bisa bersepeda dalam jarak yang jauh tanpa harus ngos-ngosan. Kalau tidak rutin dan tidak fokus maka apapun tidak akan mengalami keberhasilan. Pasti akan menjadi pecundang. Pebisnis kelas dunia seperti Bill Gates atau Warent buffet membangun bisnis raksasa tidak dalam satu malam. Mereka membangunnya puluhan tahun sehingga dalam rentang puluhan tahun tersebut berbagai pengalaman telah menimpa mereka yang akhirnya mereka memiliki kepekaan terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis.

Donald Trump dalam bukunya think like a champion yang saya beli tahun 2011 lalu. Dalam salah satu pernyataannya di buku tersebut, Donald Trump mengatakan Apa yang bisa saya pelajari hari ini yang tidak saya tahu sebelumnya. Artinya belajar itu harus terus menerus dan dilakukan setiap hari. Setiap hari kita harus tumbuh dan berkembang menuju pada kesempurnaan. Untuk bisa meraih kesuksesan dalam belajar, maka fokus adalah hal yang penting yang harus kita lakukan. Ketika kita fokus pada satu bidang, maka dalam sepuluh tahun yang akan datang kita akan melihat hasil yang sangat luar biasa. Dalam halaman yang lain, Donald Trump mengatakan bahwa para juara ingin mencapai sesuatu yang spesial. Biasa-biasa saja tidak akan cukup untuk seseorang yang memiliki pola pikir juara. Para juara berfikir besar, para juara berfikir keras, para juara fokus, para juara berfikir besar, para juara bekerja amat keras, para juara disiplin.

Kita sebagai umat Islam yang dilahirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ke dunia ini untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan, untuk menjaga dunia ini dari kerusakan, menata kembali bagian-bagian yang rusak, melakukan perubahan-perubahan kea rah kesempurnaan tentu kita harus memiliki daya pikir yang besar, daya dongkrak yang besar agar bisa merubah keadaan dunia yang carut marut menjadi tertata dengan indah. Saya yakin setiap orang dari kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya.

Kalau setiap kelebihan tersebut diasah dengan optimal dan dilakukan secara terus menerus selama kurun waktu yang panjang maka akan menghasilkan kekuatan yang sangat luar biasa. Kita akan bisa melakukan perubahan dengan mudah karena kita memahami benar bagaimana merubahnya. Archimedes suatu kali mengatakan, Give me a place to stand on, and I will move the earth, beri aku suatu tempat yang aku bisa berdiri di atasnya, maka aku akan angkat bumi ini.

Dalam ilmu fisika, pengungkit adalah alat yang digunakan untuk meringankan suatu pekerjaan yang besar sehingga beban yang besar bisa dipindahkan atau diangkat dengan mudah. Alat tersebut adalah alat sederhana, tetapi mengandung keilmuan yang luar biasa. Melalui laverage atau pengungkit, beban yang besar bisa dengan mudah diangkat. Mungkin alat ini sudah ber evolusi hingga menjadi produk berteknologi tinggi, tetapi prinsipnya sama. Tentu untuk bisa terpikir menemukan alat tersebut tidak ujug-ujug tetapi melalui serangkaian percobaan yang akhirnya ditemukan alat yang memudahkan ini.

Umat Islam diperintahkan untk melakukan hal yang terbaik dalam hidupnya yaitu Iman dan ‘amal sholih. Iman dan amal sholih ini menjadi senjata yang ampuh untuk meraih sebuah cita-cita besar. Atau iman dan amal sholih ini akan diganjar oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan dianugerahkannya dunia ini ke tangan umat Islam. Umat Islam tidak diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menguasai bumi, untuk meng aneksasi sehingga dunia di tangan umat Islam, tetapi yang diperintahkan adalah melakukan iman dan amal sholih. Iman sebagai bentuk I’tiqod yang ada di dalam dada dan amal sholih adalah merupakan manipestasi dari iman tersebut dalam bentuk langkah yang nyata. Iman adalah belief, keyakinan yang tertanam kokoh di dalam jiwa yang menjadi landasan untuk bergerak. Kekuatan itu ada di dalam diri dan tidak terlihat. Yang terlihat adalah amal sholihnya. Iman dan amal sholih terus tumbuh menjadikan umat Islam menjadi umat terbaik yang akhirnya dunia ini diberikan kepada mereka. Itu semua juga perlu proses, tidak bersfiat ujug-ujug. Dalam prosessnya ada senjata ampuh yaitu keshabaran.

Hal yang paling penting untuk ada di dalam setiap diri kaum muslimin adalah motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri, bukan motivasi ekstrinsik. Seorang psikolog yang namanya Margaret W Matlin dalam bukunya Cognitive psychology mengatakan bahwa motivasi intrinsik lebih memiliki kekuatan daripada motivasi ekstrinsik. Hal ini dapat dimaklumi bahwa motivasi dari luar hanya pemantik saja agar motivasi dari dalam diri bisa tumbuh. Betapapun besarnya motivasi dari luar, kalau motivasi dari dalam diri sedikit maka tidak akan berdampak besar terhadap kesuksesan seseorang.

Hal yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin berubah di masa depan adalah memiliki impian atau visi sehingga ia memiliki tujuan akhir atau goal yang ingin dicapainya. Goal ini sangat penting agar segala kegiatan, segala program terarah kepada tujuan yang hendak dicapai. Seorang ibu negara Amerika serikat tahun 1933 sampai tahun 1945 yang namanya Eleanor Roosevelt mengatakan, the future belongs to those who believe inth beauty of their dream (masa depan adalah milik orang yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka).

Mudah-mudahan kita terhindar dari sifat tergesa-gesa karena tidak ada sesuatu yang sifatnya ujug-ujug.

وااله أعلم بالصواب

©2023. Baiturrahman. All Rights Reserved.

Scroll to Top