ROLE MODEL BEBERES

Kemauan santri untuk selalu memelihara dirinya agar berkarakter dan berada pada kondisi, baik, prima, bersih, rapih, resik , sehat akan mengakibatkan pribadi yang bersangkutan menjadi pribadi yang terjaga dari keburukan dirinya sendiri, serta orang lain, diperlukan sebuah cara yang baik oleh wali santri agar para santrinya terdorong untuk melakukan usaha menjaga diri, maka kesiapan para pengurus untuk melakukan program BEBERRES menjadi sebuah keharusan, adapun BEBERRES yang harus dilakukan sebagai berikut :

1. BEBERRES DIRI
Hal pertama yang harus diperhatikan wali santri dalam program ini adalah, bagaimana caranya mengarahkan santri untuk mau “BEBERRES DIRI” Dalam artian wali santri harus dapat mengarahkan agar santri mau memelihara dirinya sehingga menjadi santri yang BErkarakter, BErsih, Rapih,REsik,Sehat. Pendidikan karakter harus ditanamkan lebih awal kepada santri dengan cara membiasakan Disiplin, Ikhlas, Gesit, Energik, Murah hati, Amanah, Responsif /Responsible dan Istiqomah (DIGEMARI).
Pendidikan karakter tersebut harus terus dibiasakan sehingga tertanam dalam jiwa dan pikiran mereka sehingga mereka mampu mempraktekan dalam keseharian baik di asrama, di kelas, dilingkungan pesantren ataupun dilingkungan dimana mereka berada, sehingga jika program ini berjalan maka Bersih diri, Bersih Pakainya, Bersih lemari, Bersih kasur, bersih pikiran, bersih hati, Bersih Asrama, Bersih WC, Bersih Pandangan, Bersih Penglihatan, Bersih Perasaan, Bersih akhlaq dan Bersih yang lainnya akan tercipta juga. Yang pada akhirnya Rapih REsik dan Sehat akan tercipta pada setiap diri santri dan di area pondok.

2. BEBERRES ASRAMA
Untuk mewujudkan asrama yang Berkarakter Bersih Rapih Resik dan Sehat maka hendaklah seorang wali santri membina, mengarahkan dan mengatur santri melakukan upaya sebagai berikut :
a. Para santri disuruh membuat jadwal piket kebersihan dan kerapihan asrama meliputi :
– Lantai Asrama : pastikan tidak kotor
– Wc : tidak banyak sampah, tidak ada cucian yang ditunda,air lancar
– Dinding asrama : bersih tidak ada coretan santri
– Jendela Kaca Asrama : bersih tidak ada debu
– Serambi asrama : bersih tidak kotor
– Kerapihan sepatu dan rak sepatu : posisi sepatu dan sandal senantiasa rapih dan bersih bila santri ada di asrama
– Gantungan baju : baju yang tidak dimasukan ke dalam lemari harus di gantung dengan rapi
– Penataan alat mandi dan ember : penyimpanan alat mandi dan ember harus rapih
– Pakaian kotor jangan dibiarkan ( setiap hari harus dicuci santri ) : tidak diperkenankan santri menunda nunda cucian dan menyimpan di wc berlama-lama
– Lemari : harus rapi, tidak boleh ada coretan atau tulisan tangan santri dan jangan dipindah-pindahkan
– Tempat tidur : setelah tidur kasur, sprai dan selimut harus rapih dan tidak boleh berpindah tempat kecuali ada izin wali santri
b. Santri diberi tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara fasilitas asrama dan fasilitas pribadi
c. Melakukan operasi toharoh seminggu sekali
d. Istiqomah BEBERRES ASRAMA , setiap hari bila ada yang tidak sesuai dengan intruksi diingatkan, kalau perlu diberi sanksi.

3. BEBERRES SANTRI
a. Siap membersihkan pikiran dari memikirkan yang kotor dan tidak bermanfaat dan impian yang melangit tidak melihat realitas yang bermuara kepada lamunan dan ide
Role Model Asrama Berkarakter BEBERES ~ 112 ~
jahat yang melintas kepada santri, yang akhirnya akan mengotori dan menghalangi wahyu Allah sampai pada hatinya
b. Ajak untuk selalu menjaga Mata dari melihat yang tidak bermanfaat atau maksiat.Telinga dari mendengar yang gibah dan maksiat. dan Lidah dari berkata yang kotor, jorok, kasar , gibah dan maksiat serta. Dari Hati yang sahun (lalai) menjadi hati khusyu pada ketaatan, hati yang hasad menjadi hati yang murah hati,hati yang sempit menjadi hati yang lapang, hati yang dipenuhi dengan hasrat maksiat mejadi hati yang penuh dengan hasrat tobat, sehingga semuanya mata, telinga, lidah dan hati selalu dalam keadaan tunduk pada Allah dan yakinkan bahwa Allah sellau melihat atas segala perbuatan kita.
c. Niatkan kepada santri agar mereka selalu melakukan sesuatu amal soleh dengan tangan dan kakinya hanya untuk mencari ridho Allah, sehingga tidak ada yang disentuhnya selalu menjadi berkah, kemanapun ia melangkah selalu menjadi berkah bagi sapapun yang didatanginya
d. Tekun kerja keras dan tekad yang kuat harus dimiliki sehingga halangan kecil atau besar tidak mengganggu jihadnya kepada Allah, tidak lepas dari do’a dan munajat ata ikhtiar yang dilakukannya.
e. Ridholloh fii ridho walidhaian sukhtulloh fii sukhtul waalidain, ridhonya Allah ada pada ridho orang tua, murkanya Allah ada pada murka orang tua. Bangunlah anak-anakkita untuk senantiasa ridho menerima apapun yang datangnya dari Allah, yakinkan bahwa apa saja yang datang dari Allah pasti baik buat manusia, sehingga samudera ikhlas terbentang dari dunia hingga akhirat.
f. Istiqomahkan anak-anak kita, cetakalah anak-anak kita menjadi anak yang istiqomah dalam ketaatan bukan dalam keingkaran, istqomah dalam kejujuran bukn dalam kebohongan , istiqomah dalam kebaikan bukan dalam keburukan, istiqomah dalam amanah bukan dalam khianat, istiqomah dalam disiplin bukan dalam liar, istiqomah dalam kebenaran bukan dalam kejahatan, istiqomah dalam kemuliaan bukan dalam kehinaan

4. BEBERRES ILMU
a. Ikatlah anak-anak kita dengan ketinggian akhlaq dan kedalaman ilmu
b. Lecutlah anak-anak kita untuk gemar mencari ilmu seperti para penuntut ilmu dan ajarkanlah meniru akhlakul karimah salafussolihin
c. Motivasi mereka dengan jihad, kerena sesungguhnya tidak ada motivasi yang terbaik kecuali motivasi jihad
d. Ungkapkanlah pada anak-anak kita bahwa Allah akan mengangkat beberapa derajat orang yang berilmu dan diutusnya nabi adalah di dalam rangka makarimal akhlaq ( memuliakan manusia dengan akhlaq )

Note : pelaksanaannya bisa dengan cara menafaatkan waktu subuh dan isya
– Tentukan kajian surat yang akan di hafalkan ( sebaiknya semuanya disamakan)
– Mulailah dengan ayat yang sudah disepakati
– Bacalah 1 ayat yang disepakati berulang-ulang dengan nada nihawan
– Ulangilah terus secara bergilir baik perorangan atau perkelompok ( buat metode agar jangan bosan )
– Setelah hafal kajilah ayat tadi ( lafjiyahnya,tajwidnya atau nahwu shorofnya, tafsirnya ) sesuai dengan kafasitas guru dan waktu yang ada
– Tambahkanlah bahasan yang lain, kaidah hadist, nahwu sharaf atau bahasa
– Setelah selesai ajarkanlah kepada mereka sujud syukur dalam setiap selesai pembahasan dan minta kepada Allah agar bisa menteladani ayat yang dibahas.
– Bila selesai tutuplah dengan istigfar, do’a akhir majelis dan hamdallah
– Ulangilah kajian berikutnya seperti diatas dengan muroja’ah ayat yang terdahulu sebleum masuk pada ayat yang baru.