ROLE MODEL WALI SANTRI

ROLE MODEL WALI SANTRI “ NYAAH NYAAN NYATA”

1. NYAAH/SAYANG
Walisantri harus faham bahwa rumah (ASRAMA) adalah pembinaan awal karakter anak, karena itu sosok wali santri yang “NYAAHAN” artinya punya sifat penyayang, lembut, santun, tegas, menjadi hal yang diperlukan dalam rangka membentuk karakter anak. Tempat yang subur dengan kasih sayang adalah tempat yang akan menjadikan segala sesuatu tumbuh menjadi baik dan luar biasa, tanaman jika dipelihara oleh orang yang mempunyai rasa sayang yang tinggi, maka dia akan merawat tanaman seperti merawat anaknya sendiri, dijaga, dipupuk, dibersihkan dari hal yang akan mengganggu pertumbuhannya, begitu terlihat sakit maka dengan cepat dia akan mengobatinya, jika kepanasan akan ditutupinya, jika kehujanan akan dilindunginya sampai tanaman itu besar dan kuat terhadap panas dan hujan sehingga tiba waktunya memanen.
Atau jika sebuah motor atau mobil dimiliki oleh orang yang mempunyai rasa sayang tinggi dalam memelihara barang tersebut, maka motor tersebut akan tahan lama dan berguna sekalipun sudah masa berlalu begitu lama, karena motor itu selalu dipelihara dengan kasih sayang (“nyaah”)dijaga dan dirawat dengan baik, bila sudah memakai kendaraan, kendaraan itu akan dicuci sehingga tidak ada kotoran yang menempel yang akan menyebabkan berkarat, bila sudah tiba masa service, akan dibawa ke bengkel yang bagus dalam perbaikannya, dan sebagainya. “Nyaah” atau kasih sayang yang diberikan akan berdampak bukan hanya pada objek tetapi juga pada subjek, Wali santri yang dalam bekerja dengan cinta dan kasih sayang, maka cinta dan kasih sayang itu tidak hanya akan berakibat baik pada santri tetapi juga pada walisantri sendiri. FIRMAN ALLAH . Artinya :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S Ali Imran Ayat 159 )

Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang (HR At-Thobrooni dalam al-Mu’jam al-Kabiir)
Sama halnya ketika seorang wali santri “nyaah/sayang” pada santrinya, maka keinginan untuk menjaga santri agar tidak terkotori pikirannya dengan yang tidak baik, atau agar tidak terjangkit hatinya oleh keinginan hawa nafsu yang tidak di bimbing wahyu, akan dilakukan dengan berbagai cara demi santrinya menjadi anak yang soleh. Sifat nyaah ini merupakan sebuah naluri seorang Wali santri yang baik, karena sebagaimana firman Allah di atas, pendidik ( wali santri) diperintahkan untuk mau meneladani kasih sayang/lemah lembut Allah kepada hamba-hambanya, sebab kalau kita bersifat keras dan kasar maka seorang santri akan menjauh dari wali santrinya, dia tidak ingin dekat, dia tidak mau curhat, jangankan curhat, bertemu juga tidak ingin, karena tidak nyaman bertemu dengannya, sifat nyaah ini tidak akan dimiliki oleh wali santri jika wali santri tidak memiliki jiwa besar untuk menyediakan “stok memaafkan” kepada santri bila mereka berbuat salah, serta terus berdo’a agar Allah SWT menaqdirkan anak-anaknya menjadi soleh.

KISAH INSPIRATIF
Konon katanya di jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke dalam hutan belantara yang jauh dari kehidupan masyarakat
Mereka dibuang karena satu alasan, yaitu agar tidak menjadi beban bagi anak-anaknya. Suatu ketika, seorang pemuda berniat membuang ibunya ke hutan, karena sang ibu telah tua renta, lemah dan tak berdaya. Meskipun berat, namun pemuda itu harus tegas dan patuh dengan tradisi. Iniliah saat yang tepat bagi dia untuk membuang ibunya agar tidak menjadi beban dan menyusahkan orang lain. Pemuda tersebut tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Sang ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai ranting pohon yang bisa diraihnya sebisa mungkin, lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui. Begitu seterusnya, sepanjang perjalanan sang ibu terus menerus mengambil ranting pohon, kemudian mematatahkan dan menaburkannya lagi.

Setelah berjalan selama berjam-jam, akhirnya mereka sampai di dalam hutan yang sangat lebat. Pemuda itu kemudian menurunkan sang ibu dan mengatakan “Ibu, disinilah tempat ibu selanjutnya, aku harap ibu bisa tinggal dengan tenang disini.” sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap ibunya. Pemuda tersebut kemudian berniat pergi, membalikan badannya dan berusaha melangkah meskipun berat dan tak sanggup bagi dia meninggalkan sang ibu sendirian. Langkahnya kemudian terhenti ketika sang ibu memanggilnya.. Tak ada rautan wajah kesedihan dan ketakutan dalam diri wanita mulia ini bahkan ia tersenyum dan berkata kepada anaknya ” Wahai anak ku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dawasa. Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun…Ibu tak tahu sampai kapan akan bertahan disini dalam kesendirian. Namun Jika tiba saat ibu untuk tak lagi ada didunia ini, doa ibu tak akan pernah usai meski ibu sudah berkalang tanah..…karena dalam namamu ada harapan-harapan akan kebaikan untuk dirimu nak…………… “Pergilah dan berhati-hatilah,,tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat….ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, pemuda itu menangis dengan sangat keras, Ia sadar betapa bodohnya dirinya jika harus membiarkan orang yang begitu mulia kasih sayangnya terbuang ditengah hutan yang begitu liar dan berbahaya. Kemudian sang pemuda langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya, membawanya kembali pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai ibunya meninggal. Luar biasa…itulah sebuah kisah yang berkaitan dengan “nyaah/sayang/kasih”…kasih ibu tidak ada batas, dengan kasih sayangnya telah mampu menyadarkan anaknya menjadi anak yang sayang juga kepada ibunya.

KISAH DI PONDOK

Diceritakan kepada saya oleh seseorang bahwa sudah beberapa hari mungkin juga beberapa minggu beliau melihat seorang santri setiap dia duduk diantara dua sujud dan duduk tasyahud, santri ini tidak bisa duduk sesuai sunah yang diajarkan, kemudian beliau bertanya kepada santri tersebut kenapa duduknya begitu, dijawab oleh santri bahwa kakinya sakit tidak bisa duduk dengan baik, kemudian beliau bertanya apakah sudah diobati? kata santri itu sudah katanya sudah diurut, setelah dijawab oleh santri tersebut, beliau hanya cukup mengangguk, tidak terbersit pada dirinya untuk segera menindak lanjuti jawaban santri tersebut. Baru setelah beberapa hari kemudian, ada orang tua santri yang ingin membawa anaknya ke rumah sakit, beliau ini tahu bahwa orang tua santri ini bekerja di rumah sakit Pemerintah, kemudian beliau meminta bantu kepada orang tua santri tadi agar santri yang ada masalah dengan kakinya bisa ikut control di rumah sakit dimana orang tua santri tadi bekerja, respon dari orang tua itu sangat bagus, bahkan beliau bersedia bertanggung jawab membawa dan mengantarkannya kembali.

Singkat cerita orang tua santri tadi membawa ke rumah sakit dan memeriksa kaki santri yang bermasalah, subhanallah! ….Alhamdulillah!… luar biasa orang tua santri tadi betul-betul memeriksa santri tadi hingga tuntas, santri diperiksa dokter spesialis, di rontgen bahkan segala pembiayaannya ditanggung orang tua santri yang bersangkutan tanpa meminta balasan. Itulah tanda “nyaah”……nyaah/sayang.. akan melahirkan kepedulian dan tanggungjawab dan tentunya akan membawa kemaslahatan kepada semua orang yang diberikan kasih sayangnya…tidak akan disebut beriman seseorang sebelum menyayangi saudaranya sendiri sebagaimana dia menyangi dirinya sendiri, demikian… junjunan kita menyampaikan kepada umatnya. PUISI CINTA Perhatianku padamu wahai belahan hati Utamakan segala cinta dan kasih sayang yang sejati Indahnya akhlaqmu dambaan jiwa seisi bumi Sorot jiwamu cahaya ilahi Itulah harapan yang abadi dari setiap umi dan Abi Cendramata hati buah pena kebahagian Ingin tak ada mendung pada keceriaan Ni’mat memandangmu penyejuk jiwa harapan Telah datang embun pagi dengan sapaan Aduhai penyejuk mata hati jadilah pujaan Kata-kata bijak Tanamkan cinta pada anak dari kecil Maka buahnya kasih sayang mereka saat besar

2.NYAAN/BERSUNGGUH-SUNGGUH
Semua sifat NYAAH diatas harus dilakukan dengan “NYAAN” artinya dengan sungguh sungguh, dengan sepenuh hati seisi jiwa, sepenuh penuhnya kesungguhan, bukan hanya sekedar ada, sekedar jalan, sekedar dikerjakan, tidak dengan sungguh sungguh, karena kalau demikian tidak akan bisa membentuk karakter yang diharapkan. Kasih sayang yang diberikan dengan kesungguhan akan menjadikan jiwa anak menjadi subur dengan kekayaan hati, kekayaan jiwa besar, pemaaf dan anak akan menjadi seorang yang penuh perhatian dan tanggung jawab, karena orang yang bersungguh sungguh adalah orang yang selalu bekerja mengutamakan kesempurnaan dalam karyanya. Seorang pandai besi yang bersungguh-sungguh membuat pisau yang tajam maka pisau yang dihasilkannya akan menjadi pisau yang banyak dicari orang karena yang menajamkannya sesungguhnya bukan pukulannya saja, melainkan kesungguhannyalah ,sehingga panasnya api, lelahnya tenaga, cucuran keringat menjadi modal yang sesungguhnya. Seorang wali santri yang bersungguh sungguh membentuk santrinya yang berkarakter akan selalau memperhatikan bukan hanya hal besar tetapi juga hal kecil, sehingga kesalahan kecilpun akan menjadi perhatian yang besar bagi dirinya untuk meluruskannya, ada rasa khawatir (sense of hariwang) yang mendalam kepada santri – santrinya, sehingga dia berupaya untuk memberikan pendampingan yang baik. kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas itulah gambaran wali santri yang “NYAAN” firman Allah : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya… Qs.3:142-143 Sabda Nabi : , , “Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan.” (HR. Muslim).

CERITA HIKMAH
Ada seorang pemuda. Dia tertarik dengan balap sepeda. Setelah mengumpulkan uang, akhirnya dia mampu membeli sebuah sepeda balap. Dengan senang hati, dia mencoba sepeda balap tersebut. Setelah beberapa hari mencoba, dia kecewa berat. Dia tidak bisa mengendarai sepedanya dengan kecepatan tinggi. Bagaimana pun dia mengayuh, tetap saja sepeda berjalan dengan lambat. Akhirnya dia membawa sepeda tersebut ke tempat dimana dia membelinya. “Pak, Anda menipu saya! Katanya ini sepeda balap, koq larinya lambat banget. Bahkan kalah oleh sepeda biasa.” katanya sambil marah-marah kepada penjual sepeda. “Yang benar pak? Padahal pembalap nasional saja menggunakan sepeda seperti ini. Mereka bisa cepat koq?” kata penjual sepeda, keheranan. “Buktinya? Saya sudah sekuat tenaga mengayuh, tetap saja lambat.” katanya menaikan nada suaranya. “Mungkin ada yang rusak pak. Boleh saya periksa?” tanya penjual sepeda tetap tenang. Kemudian dia memeriksa sepeda. Setelah beberapa saat dia berkata: “Tidak ada yang rusak pak, kondisinya 100% .” “Tapi.. kenyataannya? Sepeda itu lambat! Coba saja sendiri jika tidak percaya.” kata pemuda tersebut tetap pada nada tinggi.
“Baik pak, akan kami coba.” kata penjual sepeda sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mencoba sepeda tersebut.
Wussss…. setelah beberapa saat, sepeda itu melaju dengan kencangnya. Jelas saja membuat pemuda tadi bengong.“Koq bisa yah?”, kata pemuda tadi bingung. “Silahkan dicoba lagi. Saya mau lihat cara Anda membawa sepeda.” kata penjual sepeda sambil tersenyum lega, sebab sepedanya memang tidak apa-apa. Pemuda tersebut mencoba mengayuh sepeda. Dia mencoba mengayuh dengan cepat dan sekuat tenaga. Memang benar, sepedanya tidak melaju dengan cepat. Usaha si pemuda mengayuh sepeda terlihat sia-sia karena sepedanya tidak juga melaju dengan cepat. Akhirnya, dengan badan penuh peluh, dia menghampiri penjual sepeda. “Apa yang salah yah?”, katanya sambil tetap bingung. Penjual sepeda tersenyum. Dia sudah menemukan dimana letak kesalahannya. “Secepat apa pun Anda mengayuh, kecepatannya tidak naik dengan berarti jika Anda tetap di gigi satu.” kata penjual sepeda menjelasnya. “Oh… jadi harus pindah gigi yah? Bagaimana caranya?”, kata pemuda tersebut sambil menahan malu. Mukanya merah padam. Jika tadi merah karena marah, sekarang merah karena malu.

CERITA DI PESANTREN
Umi Imas, itulah namanya beliau adalah salah seorang pengurus pondok pesantren bidang kesehatan, tugas beliau adalah melayani santri dalam memelihara dan menjaga kesehatan, di samping juga tugas sebagai guru Olah raga, memang tak heran di Pondok Baiturrahman, hampir semua pengurusnya mempunyai tugas rangkap dalam keseharian, ada yang merangkap dua jabatan atau lebih, dikarenakan masih kurangnya pengurus untuk menangani bidang lainnya. Berkaitan dengan materi diatas yang membahas tentang sikap “NYAAN” maka sosok Umi ini bisa mewakili yang penulis maksud, gambaran seorang wali santri (guru atau lainnya) dalam bekerja hendaknya Nyaah ( mempunyai sikap belas kasih sayang), hendaknya juga Nyaahnya itu harus “Nyaan”. Maksudnya adalah seorang wali santri hendaknya bukti ketulusan cintanya mengasihi dalam mendidik membina dan mengarahkan santri harus betul betul diperlihatkan.
Inilah salah satu cerita Umi, Satu ketika ada seorang santri yang sakit pada malam hari dan di hari itu secara kebetulan tidak ada sopir, sementara santri harus segera di bawa ke dokter, tanpa berfikir panjang lagi demi tanggung jawab dan rasa sayangnya pada seorang santri, malam itu juga umi berangkat dengan cara santri dibawa dengan motor dan badannya diikat ke badan umi agar tidak jatuh, dengan susah payah dikarenakan gelap dan bobot menjadi berat, umi berangkat pada malam itu ke rumah sakit untuk mengobati santri yang sakit, hal itu dilakukan bukan hanya sekali dua kali. Itulah gambaran “NYaah Nyaan ( rasa kasih sayang yang sebenarnya) ” PUISI KESUNGGUHAN Ketika geliat hati mendorong raga Ketika mata hati menggerakan sukma Maka waktu jadi berharga tak ada yang sia sia Manusia sejati dambaan surga KATA-KATA BIJAK Kesungguhan melahirkan kepastian Ketidakyakinan melahirkan kebinasaan

3.NYATA/TERASA
Disamping itu juga harus “NYATA” artinya karakter wali santri yang nyaah dan nyaan ini harus betul betul ada dalam diri wali santri, dia bukan barang hiasan yang bisa di copot pasang, bukan bula pakaian yang hanya dipakai bila perlu, tetapi NYAAH NYAAN itu harus NYATA, Dia berada dimana saja santri itu berada, dia ada bukan hanya di asrama saja, tetapi hadir dalam setiap waktu yang dilalui bersama dengan santri sekalipun berada di ruang yang berbeda. Kasih sayangnya nyata, saat santri ada masalah terasa getarannya oleh wali santri, sehingga kalaupun santrinya memendam sesuatu akan terasa dan terlihat dalam mata hati wali santrinya, kemudian wali santri hadir mendampingi untuk menyelesaikan masalahnya, sehingga tak ada satupun yang luput dari perhatiannya. Cintanya nyata, sekalipun masalah menumpuk dan menghimpitnya, wali santri hadir dengan tidak mengurangi perasaan cintanya, dia tidak mengurangi pelayanan pada anak-anak santrinya , dia sadar bahwa mencintai anak-anak santrinya adalah energy besar yang akan membawa kepada keridhoan Allah pada dirinya. Kesungguhannya nyata, tidak pernah wali santri meninggalkan sesuatu urusan yang berkaitan dengan santrinya, sebelum urusan itu betul-betul beres, tidak pernah wali santri membiarkan masalah santrinya sebelum masalah tersbut tuntas, semua hak hak santri tertunaikan dengan baik, karena itu adalah menjadi kewajiban wali santri yang insya Allah itu menjadi amal solehnya dihadapan Allah. Ikhlasnya terasa dan nyata, kesejukan wajahnya menjadi kerinduan anak-anak santrinya, kelembutan tangannya menjadi kehangatan yang diimpikan santrinya, keindahan nasehatnya menjadi buah tutur santri, karena setiap kalimatnya berbekas di relung hati santri yang paling dalam. Wali santri harus sadar bahwa dirinya harus bisa menjadi Role Model bagi anaknya, karena jika kita menginginkan anak soleh, berakhlaq yang baik, maka yang harus pertama mengetahui Ilmu dan Amal agar bisa menjadi Soleh serta berakhlak karimah adalah orang tua ( kita sendiri selaku Wali santri ). Wali santri harus dapat menanamkan aturan, nilai, sikap, perilaku dan karakter . Aturan, Nilai, Sikap, Perilaku dan Karakter baik ini harus senantiasa terbangun, terjaga dan terpelihara dalam perilaku sehari-harinya baik dalam pikirannya, hatinya dalam lisannya dan dalam perbuatannya sehingga menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi karakter anak, dengan harapan apabila setiap aturan, nilai, sikap, perilaku yang baik biasa dilakukan dalam sehari hari dan menjadi karakternya, insya allah santri kita takdirnya akan baik pula. Inilah yang dimaksud dengan “NYAAH NYAAN NYATA”

NYAAH NYAAN NYATA INI SEPERTI FIRMAN ALLAH Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. SABDA NABI Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau berkata, “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”.

CERITA INSPIRATIF
Ada sebuah kisah yang bisa dijadikan pelajaran. Suatu saat ada seorang gadis cantik di sebuah kampung tidak jauh dari kota, tetapi buta. Seiring dengan pertumbuhan jiwa dan fisiknya, sang gadis mulai memiliki rasa cinta pada lawan jenis. Dia jatuh cinta pada seorang lelaki kendati tidak bisa melihat wajahnya. Tak terduga, lelaki itu pun menyambut rasa cinta perempuan itu karena memang cantik. Bisa dibayangkan betapa senangnya hati perempuan itu karena cintanya diterima. Kawan itu terus saja mendengarkan cerita saya dengan cermat. Hari demi hari rasa cinta sang lelaki terhadap gadis tersebut semakin mendalam dan malah ingin segera mengawininya. Anehnya, sang gadis malah jual mahal. Gadis itu mau dikawin dengan syarat lelaki itu mau memberikan matanya kepadanya agar bisa melihat. Saking cintanya, sang lelaki itu rela berkorban memberikan kedua bola matanya kepada gadis tersebut sebagai bukti rasa cintanya. Wal hasil, berkat pemberian mata sang lelaki gadis itu akhirnya bisa melihat dunia dan wajah lelaki yang telah mengorbankan kedua matanya. Dasar gadis tidak bermoral, setelah kedua matanya bisa melihat dan mendapatkan lelaki yang telah memberinya mata ternyata tidak secakep yang ia bayangkan, gadis itu dengan teganya meninggalkan sang lelaki.
Bisa dibayangkan betapa hancur hati sang lelaki itu yang telah berkorban demikian besar dengan menjadi buta. Jangankan perkawinan yang ia dapatkan, tetapi justru kekecewaan karena ternyata gadis itu beralih cintanya kepada lelaki lain yang tidak buta. Akhirnya lelaki yang menjadi buta itu hanya pasrah menerima kenyataan pahit itu. Dia tidak bisa mencari di mana perempuan yang telah membawa matanya itu kini berada. Dia tidak lagi bisa melihat keindahan dunia dan isinya. Penderitaannya semakin bertambah karena hari demi hari keluarganya pun juga tidak menghiraukannya. Justru banyak yang menyalahkannya karena telah melakukan sesuatu yang konyol hanya karena emosi cinta. Di tengah kebingungan karena menjadi buta, dia teringat punya kawan yang sebetulnya tidak begitu dekat. Sang kawan itu berhati mulia. Dia sedih melihat nasib kawan lamanya yang kini menjadi buta itu. Dia bantu dengan menenangkan pikirannya dan sering menuntunnya jalan-jalan untuk melihat keramaian dunia yang dulu pernah dilihatnya. Sang kawan itu dengan sabar meladeni apa saja kemauan lelaki merana itu. Padahal, dia bukan kawan dekat dan saudaranya. Apa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah tersebut? “Iya, apa mas?”tanya kawan saya itu. Jangan berharap balasan dari orang yang pernah kita bantu. Jika kita berbuat baik kepada siapa saja jangan mengharap balasan baik dari mereka. Perbuatan baik itu kita niati sebagai ibadah. Kisah pilu tadi menggambarkan yang membantu lelaki buta adalah justru orang yang selama ini tidak pernah dia perhatikan. Andai saja orang yang pernah kita bantu tidak membalasnya, yakinlah bahwa amal baik yang kita lakukan pada akhirnya akan kembali kepada kita sendiri berupa balasan, tidak dari orang yang kita bantu tetapi justru dari sang Maha Pemberi, yakni Allah swt. Karena itu, jangan takut berbuat baik kepada siapa pun. Hanya masalahnya balasan dari Allah itu bisa cepat datang, agak lambat, atau sangat lambat untuk disesuaikan dengan kemampuan manusia menerima balasan Allah. Allah sangat Maha Tahu kapan memberikan sesuatu kepada umatnya agar membawa maslahah baginya. tulisanterkini.com/artikel/keislaman/umum/4825-jangan-mengharap-balasan-tatkala-berbuat-baik-.htmlPenulis : Prof DR. H. Mudjia Rahardjo

CERITA DI PESANTREN
Saat orang masih tertidur, pengasuh yang satu ini sudah bangun lebih awal, tidak tanggung-tanggung jam 2 malam sudah sibuk dengan kegiatan masak, ya karena memang tanggungjawabnya, dialah “Bunda” demikian orang-orang dari mulai santri hingga pimpinan menyebutnya, nama sebenarnya adalah Ibu Tati Hartati, beliau adalah sosok “IBU” yang bisa kita jadikan model dalam hal “Nyaah Nyaan Nyata” Suatu ketika saya bertandang ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat beliau beraktifitas di pondok pesantren Baiturrahman, saat kami ngobrol tiba-tiba ada 3 orang gadis kecil dari kampung sebelah masuk membawa buah walu besar, mereka membawa waluh itu untuk ditawarkan ke Bunda, padahal sebelumnya tidak ada permintaan untuk waluh tersebut, kemudiaan saya tanya ada apa bun? Beliau menjawab itu anak-anak kampung sebelah meminta agar bunda membeli buah waluh tersebut ? memang bunda pesan ? …kata saya, jawab beliau, tidak, udah aja atuh suruh pulang, kata saya ke bunda….ah..karunya..eta the bilih peryogian artos sepuhna……
Cerita lain adalah sering beberapa santri datang ke bunda meminta makan walaupun jatah makan mereka sudah diberikan, …mungkin karena aktifitas mereka banyak sehingga mereka cepat lapar, bunda dengan tanpa pamrih sering memberikan makanan yang diminta santri.. kedekatan bunda dengan anak-anak santripun membuat anak-anak santri tidak canggung kalau keinginan suka langsung minta ke bunda, seolah-olah kepada orang tuanya sendiri, tidak sedikit juga ada santri yang agak “nakal” kalau sudah makan, bekas makannya tidak dibersihkan, atau dibawa ke tempat pencucian, dengan lembut bunda menegur dan memberitahukan sebaiknya, kalau sudah makan, tempat makan dan meja harus bersih, dan tidak boleh meninggalkan kotoran.. inilah contoh NYaah yang Nyaan dan Nyata ada hadir ditengah tengah kita, semoga kita juga bisa memberikan hal yang demikian. PUISI RELA Remuknya badan hancurnya jiwa tak merisaukan pemburu surga Enaknya dunia dengan segala kesombongannya tak menghayutkan RasaNya Layar telah berkembang nahkoda telah berkata “mari wahai para syuhada” Ayunkan dayung agar perahu menuju pantai harapan dermaga impian surge KATA-KATA BIJAK Jangan berharap kepada manusia karena akan kecewa, Berharaplah pada Allah pasti tidak akan kecewa