PROSES PENYIAPAN GENERASI LANGIT YANG MEMBUMI

 

KATA PENGANTAR

Pondok pesantren modern ( bording school) merupakan salah satu model pendidikan yang dewasa ini menjadi salah satu pilihan para orang tua untuk menitipkan anak-anaknya dalam pembinaan kognitif, afektif dan psykomotoriknya, hal ini disebabkan dengan banyaknya kehawatiran orang tua terhadap kondisi perkembangan dewasa ini yang cepat dan nyaris tidak terkendalikan, ditambah dunia komunikasi yang semakin gencar sehingga arus informasi ikut mewarnai pertumbuhan dan perkembangan pemikiran dan sikap anak terhadap nilai nilai yang ada. Keadaan yang semakin parah diperlihatkan dari banyaknya kasus anak sekolah yang bermasalah, baik terhadap sesama,guru ataupun sikap mereka dalam pembelajaran di kelas juga di luar kelas, diperlukan usaha yang serius dan terkontrol agar perilaku anak dapat dikendalikan dengan baik. Lembaga pendidikan dewasa ini harus juga ikut berpikir keras dan mencari metode metode baru, agar proses pendidikan melahirkan siswa yang baik, baik dilihat dari sisi kognitif, afektif dan psykomotoriknya, kesungguhan memberikan pelayanan yang baik terhadap pendidikan harus menyeluruh, apalagi kalau lembaga pendidikan itu bersifat bording school.
Pondok pesantren Baiturrahman sangat memahami kondisi yang ada, karena itu di pondok pesantren Baiturrahman kepada semua perangkat diharuskan menjadi model atau uswah bagai para santrinya, baik mereka yang menjadi tenaga pendidik ataupun tenaga non kependidikan. Buku Role Model Walis santri adalah merupakan buku pedoman bagi para wali santri ataupun yang lainnya dalam membentuk karakter santri. Buku ini lahir dari sebuah pemikiran dan pengalaman selama mengikuti proses pendidikan di Baiturrahman. Tentu banyak kekurangan baik dari segi penulisan dan isi penulisan itu sendiri, penulis berharap semoga ada koreksi yang lebih baik kedepan. Akhirnya penulis berharap semoga usaha ini mendapat nilai ibadah dari Allah dan atas keridhoanNya pula menjadi nilai bagi yang membacanya.amin

 

Yamin Kamaludin S.Pd.I,M.M

LATAR BELAKANG

Pendidikan yang pertama yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua adalah Rumah, Rumah sebagai tempat menetapnya sebuah keluarga merupakan pendidikan pertama yang akan dapat mempengaruhi perkembangan sikap, perilaku dan karakter anak.o leh karena itu Pendidikan karakter seharusnya dimulai dari Rumah dimana kita berkumpul bersama anak-anak. Allah berfirman Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
(At-Tahrim: 6)

Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke 6 ini turun, Umar berkata: “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?” Rasulullah SAW. menjawab: “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa yang Allah memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya meluputkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat, mereka dikuasakan mengadakan penyiksaan di dalam neraka, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah. Ali bin Abi Tholib berkata : Didiklah dan ta’limlah ( ajarilah ) mereka ( dirimu & keluargamu.) Dari dua penjelasan diatas yakni dari Umar bin khatab ra dan Ali bin abi thalib ra dapatlah disimpulkan bahwa keluarga harus menjadi sentra awal pembinaan pribadi unggul yang berkarakter dan yang menjadi pendidiknya adalah orang tua.
Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa bimbingan dan arahan yang benar mengenai sikap, perilaku dan karakter yang ditanamkan orang tuanya, dimulai dari hal-hal yang sangat kecil hingga pada hal-hal yang besar, karena penanaman nilai dan aturan yang tidak ditanamkan sejak kecil kepada anak akan dapat membawa sikap, perilaku dan karakter anak menjadi sukar diperbaiki. Berikanlah suri tauladan yang baik kepada anak. Sebagai orang tua yang menjadi panutan bagi setiap anak, maka wajib hukumnya bagi orang tua untuk selalu memberikan contoh yang baik bagi anak- anaknya. Hentikan kebiasaan- kebiasan yang bersifat kurang mendidik di hadapan anak dan biasakan diri untuk melakukan hal- hal yang baik sehingga anak akan meniru hal- hal baik yang anda lakukan. Mengingat bahwa sikap anak terbentuk dari orang tua, maka hendaknya orang tua selalu mengajarkan hal- hal yang baik sehingga pribadi sang anak juga akan terbentuk dengan baik hingga kelak mereka dewasa. Orang tua hendaknya bisa menjadi role-model dalam pembentukan karakter anak, orang tua yang disiplin, amanah, ikhlas, tanggung jawab harus dapat menanamkan nilai itu kepada anak sejak kecil, sejatinya bahwa sekiranya kita ingin punya anak yang berakhlak baik, maka kita sebagai orang tua harus betul memahami ilmu dan amal dari akhlaq yang baik tersebut. Selain Rumah tempat pembinaan awal anak dalam mewujudkan pribadi unggul berkarakter, maka tempat lain yang menjadi tempat kawah candradimukanya pendidikan berkarakter adalah Sekolah, Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat mampu membentuk pribadi unggul berkarakter yang teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, artinya bahwa pendidikan yang diberikan bukan hanya sebagai kosep semata atau sebagai perbendaharaan sikap semata, tetapi menjelma di dalam pribadi yang unggul berkarakter.

Pendidikan berkarakter merupakan pendidikan yang sangat diharapkan oleh kebanyakan kita pada saat ini, kita berharap dengan pendidikan yang berkarakter akan mampu melahirkan seseorang yang akan dapat menjadi agen of change atau menjadi teladan yang akan dapat membawa dampak kepada kehidupan yang lebih baik, dengan pendidikan berkarakter pula kita berharap segala permasalahan yang diakibatkan oleh tidak terwujudnya manusia yang sadar akan arti sebuah displin, ikhlas, jujur, amanah, bertanggungjawab menjadi terwujud, mereka hadir disetiap penjuru, sudut, tengah lingkungan kita, sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik. Pendidikan pesantren ( Boarding School) adalah jawaban ketika sebuah pendidikan berkarakter ingin diwujudkan dalam rangka membentuk manusia yang seutuhnya, karena dengan pendidikan pesantren ( Boarding School ) yang dilakukan selam 24 jam , guru sebagai pendidik akan dapat dengan seksama memantau pertumbuhan dan perkembangan anak didik, guru akan dapat melihat perubahan tidak hanya pada pertumbuhan secara fisik, akan tetapi guru pun akan dapat melihat perkembangan anak didik dalam sikap, perilaku serta karakternya.

Pondok Pesantren Baiturrahman sebagai lembaga pendidikan karakter adalah salah satu lembaga pendidikan yang hadir di bumi Indonesia ciparay karunia Allah ini, yang dengan segala keterbatasannya mempunyai cita-cita yang luhur untuk dapat membentuk manusia manusia pilihan sebagai “Khoiru Ummah” yang dengan pola pembinaannya diharapkan santri santrinya menjadi sosok sebagaimana firman Allah qs Al Imron ayat 110 UMAT TERBAIK “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”
Sosok seorang guru yang diamanahi untuk menjadi pendidik pada sebuah lembaga pendidikan pesantren dengan siswa berada 24 jam di tempat, hidup bersama dengan guru, merupakan pekerjaan sangat luar biasa bagi seorang guru, karena sangat berat sekali tantangan nya. mereka akan bisa bertahan di lembaga pesantren, hanya apabila guru/wali santri itu mempunyai keinginan yang kuat untuk mendidik dan mengarahkan muridnya menjadi orang yang HEBAT..butuh kesabaran dan ke keikhlasan, keistiqomahan yang HEBAT, butuh kekuatan mental diiringi dengan kekuatan do’a yang HEBAT, butuh kebiasaan untuk mendisiplinkan diri yang HEBAT, pendek kata semuanya harus HEBAT..ANDALAH YANG HEBAT ITU WAHAI CALON PENGHUNI SURGA….

PROSES PENYIAPAN GENERASI LANGIT YANG MEMBUMI

Sebagai perumpamaan seorang petani padi ketika dia menginginkan hasil panen yang baik dia akan mempersiapkan sebagai berikut :

1. Dirinya sendiri
Petani akan berusaha keras akan menjaga kondisi fisiknya supaya sehat, agar dalam proses pengolahan sawah dari awal sampai akhir berhasil dengan baik, bukan saja kondisi fisik yang dijaga oleh petani tetapi juga keilmuannya, seorang petani yang baik, dia akan bertani tidak hanya mengandalkan pengetahuan cara bercocok tanam menurut nenek moyangnya, tetapi seiring dengan jaman dan keilmuan, maka petani yang baik akan menambah pengetahuannya, baik dalam cara bercocok tanam, cara menetukan bibit yang baik termasuk cara pemeliharaan dan cara panen serta pasca panen, begitu pula dalam memperlakukannya akan diiringi dengan kecintaaan dan kasih sayang, sentuhan cinta senantiasa ada disekitarnya.

2. Sawahnya
Sebelum bibit ditanamkan, untuk mendapat hasil yang optimal petani akan mengolah sawahnya sedemikian rupa, dari mulai membuat “galengan, kemudian membalikkan tanah, menghancurkan tanah, membaut jalur dan mengairinya. Dalam setiap proses pengolahan petani yang baik akan dikerjakan sesempurna mungkin menghindari hama merusak tanamanya. Pengolahan yang sempurna ini tentu di dalam rangka menanamkan bibit unggul agar tumbuh dengan baik dan akhirnya hasil panen pun baik, dengan pengolahan tanah yang baik akan berakibat tanah jadi subur dan akan jadi lahan yang baik untuk bibit yang baik.

3. Bibitnya
Sekalipun pengolahan sawah sudah baik dilakukan, namun jika bibit yang ditanam adalah bibit yang jelek, maka tidak akan menghasilkan panen yang baik, karena itu proses pemilihan bibit yang baik, atau penyiapan bibit yang baik harus benar-benar menjadi proses yang utama juga dilakukan oleh para petani.

4. Pemeliharaannya
Pemeliharaan adalah hal yang juga sangat perlu perhatian dari para petani, sebab tanah yang subur, bibit yang unggul kalau tidak dipelihara dengan baik sama saja tidak akan menghasilkan panen yang optimal, petani yang baik setelah proses penanaman bibit, dia akan tiap hari mendatangi ladangnya untuk melihat pertumbuhan dan hama yang ada di ladangnya, karena pada dasarnya, kalau petani tanam padi pasti akan tumbuh rumput, tetapi kalau kita tanam rumput tidak pernah ada tanaman padi, karena itu setiap pagi petani harus mau datang dan membersihkan rumput dan hama yang akan mengganggu pertumbuhan padi, keistiqomahan petani mendatangi dan memelihara serta menjaga pertumbuhan padi dari hama ini akan menghasilkan panen yang optimal.

5. Pemupukan
Selain pemeliharaan yang baik, juga diperlukan pemupukan yang baik pula, pemupukan ini adalah untuk memberikan suplai kepada bibit untuk dapat lebih baik tumbuhnya, pupuk yang baik akan dapat meningkatkan kualitas dan kwantitas panen, juga pupuk yang baik akan dapat menahan pengaruh luar (hama padi) yang dapat merusak sehingga menyebabkan panen gagal, bahkan pupuk yang baik, tidak hanya padi saja yang terjaga, tetapi lahannya pun akan ikut terjaga.

Demikian pula yang harus dilakukan oleh Baiturrahman, untuk menghasilkan santri yang berkualitas, maka harus disiapkan :

1. Man power
Seluruh komponen baiturrahman dari mulai jajaran top hingga low management harus mempersiapkan diri dan menjaga kualitas fisik dan ruhaninya sebaik mungkin, bahkan kualitas ilmu dan peningkatan kualitas ilmu yang berkaitan dengan bidangnya harus terus ditingkatkan sebagaimana ucapan syaidina Ali ”Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu”, karena itu usaha untuk menambah wawasan, pengetahuan, hendaklah menjadi semangat tersendiri dari setiap pelaku pendidik, baik melalui buku, media elektronik, media cetak, seminar, lokakarya atau yang lainnya, dengan harapan semakin banyak pengetahuan yang didapat semakin bijak kita memilih metode dalam pembinaan karakter sehingga muncul santri yang unggul berkarakter. Dalam mendidik, membina, mengarahkan dan menjaga santri yang unggul dan berkarakter hendaknya pula dibumbui dengan aroma kecintaan dan ketulusan, kasih sayang pendidik senantiasa hadir di setiap aura tubuhnya, terlihat dari wajahnya,matanya,lidahnya tangannya dan penjagaanya.

2. Fasilitas
Fasilitas perlu dipersiapkan sebaik mungkin, baik fasilitas asrama, sarana umum, mesjid, olah raga, kelas, dapur, sarana budaya, seni, wc dan lainnya. Karena fasilitas ini akan ikut menunjang pembentukan santri unggul berkarakter, karena itu usaha untuk menyempurnakan fasilitas harus menjadi program yang termasuk diutamakan, namun seandainya fasilitas terbatas, janganlah menjadikan alasan kwalitas juga terbatas, tapi hendaklah keterbatasan harus menjadi modal bagi para pengurus dan santri untuk sama sama menyempurnakan amal, jiwa mustadh’afin harus ditanamkan, yaitu jiwa, pekerja keras, tahan banting, sabar, ulet, ikhlas dan selalu menyempurnakan semua amal, kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas.

3. Objek santrinya
Objek santri sebagai bibit yang akan ditanam untuk menjadi manusia yang unggul dan berkarakter idealnya hendaknya merupakan manusia manusia terpilih, namun dikarenakan kita punya tugas da’wah maka sekualitas apapun santri yang datang ke Baiturrahman hendaknya setelah ia selesai belajar, maka yang bersangkutan harus menjadi seorang muslim yang patuh kepada Allah dan Rosulnya. Usaha untuk membentuk santri menjadi yang kokoh imannya, optimal pada kemampuannya harus ditangani dengan kesungguhan.

4. dan Managerialnya
Proses pembinaan santri dibentuk melalui pembiasaan dan keteladanan melalui role model wali santri, diharapkan wali santri dengan secara terus menerus tidak pernah bosan, penuh keistiqomahan dan kasih sayang dalam membentuk karakter atau akhlaqul karimah santri dengan sering membiasakan hal-hal yang baik, berkata yang baik, disiplin, ikhlas, gesit, energik, murah hati, antusias, tanggungjawab semua itu diwujudkan dalam bentuk perilaku wali santri melalui keteladanan.

5. Pembinaan
Pembinaan adalah sebuah proses pendidikan yang diberikan kepada santri, di dalam rangka membersihkan, mengisi dan menguatkan sendi-sendi ilmu dan akhlaq. Dia juga adalah sebuah pupuk yang akan dapat menyuburkan keimanan dan ketawakalan santri, menguatkan aqidahnya dan mampu menahan dari gangguan ganguan pemikiran dan sikap yang akan dapat merusak akhlak santri.

Keinginan yang besar ini harus ditunjang oleh usaha yang keras dan motivasi yang tinggi untuk dapat mewujudkannya, keinginan dan usaha yang kuat ini harus hadir disetiap komponen Baiturrahman baik dari top management hingga low management. Usaha untuk dapat tampil seperti diatas tidak mungkin di dapat jika tidak memiliki karakter yang kuat untuk mewujudkannya karena itu setiap dari unsur Baiturrahman dalam melaksanakan pengabdiannya, atau dalam melaksanakan tugas sehari-hari, sekecil apapun tugas itu, atau seringan apapun tugas itu, atau semudah apapun tugas itu haruslah dilakukan dengan cara yang terbaik, hasil yang terbaik, sempurna tanpa cacat.